Batang (lingkarjateng.id) – Puluhan warga diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu wilayah Rowobelang, RT 2 RW 2, Kabupaten Batang. Dua korban di antaranya menjalani rawat inap.
“Total yang mengonsumsi ada 42 orang. Yang bergejala 37 orang, yang tidak bergejala 5 orang. Masuk rawat inap tadi 2 orang, diobservasi di IGD 9 orang, rawat jalan 24 orang,” kata Kepala Dinkes Batang, Ida Susilaksmi, ditemui di RSUD Kalisari Batang, Selasa (22/9/2026) siang.
Ida menjelaskan, kegiatan Posyandu tersebut berlangsung pada Senin (21/9). Semula kegiatan dijadwalkan pukul 09.00 WIB, namun pelaksanaannya diundur hingga pukul 16.00 WIB karena ada warga yang meninggal dunia.
“Yang hadir ada 35 orang. PMT yang diberikan berupa kacang hijau, roti tawar, dan tahu bacem sebanyak 50 porsi,” kata dia.
Menurut Ida, makanan tersebut dimasak sejak pukul 04.00 WIB, Senin (21/9). Setelah Posyandu dilaksanakan pada sore hari, sejumlah warga yang mengonsumsi PMT mulai merasakan gejala pada sekitar pukul 22.00 WIB.
Dinkes Batang menerima laporan adanya peristiwa tersebut pada Selasa (22/9) sekitar pukul 07.00 WIB. “Begitu ada laporan tadi pagi, kami segera mengambil tindakan. Kami datang ke lokasi dan melakukan pengobatan di Mushala Al-Ikhlas RT 2 RW 2 oleh Puskesmas Batang 3,” ujar Ida.
Ida menjelaskan, dua pasien yang kini menjalani rawat inap sebelumnya datang sendiri ke rumah sakit pada Senin (21/9) malam. Saat itu, pasien maupun pihak rumah sakit belum mengetahui adanya dugaan keracunan yang berkaitan dengan PMT Posyandu.

Dinas Batang masih melakukan penyelidikan epidemiologi dengan menelusuri warga yang mengonsumsi makanan tersebut. Dinkes juga mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan di laboratorium. “Petugas juga sudah menyusuri sampel makanan dan melakukan penyelidikan epidemiologi,” kata Ida.
“Kalau penyebab pastinya belum tahu, nanti dari hasil sampel. Tapi dari hasil wawancara, sebagian besar orang itu mengonsumsi kacang hijau,” imbuhnya.
Ida menambahkan, ada warga yang mengonsumsi menu tahu bacem namun tidak mengalami gejala. Maka itu, Dinkes belum bisa menyimpulkan makanan tertentu sebagai penyebab dugaan keracunan.
“Petugas kami ini masih tetap menyusuri ke rumah-rumah. Kita berdoa mudah-mudahan aman. Pada prinsipnya, penanganan dugaan kasus keracunan ini digratiskan,” kata Ida.
Diwartakan sebelumnya, sebanyak 34 warga Desa Rowosari, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, yang terdiri dari balita dan lansia diduga keracunan makanan tambahan (PMT) Posyandu Mawar di RT 1 dan RT 2 RW 2, Dukuh Rowosoko. Mereka mengalami sejumlah gejala, di antaranya mual, diare, mencret dan pusing sejak Senin (21/9) malam.
“Betul ada indikasi keracunan di Desa Rowosari ini, tepatnya di Posyandu Mawar RT 1, RT 2, RW 2, Dukuh Rowosoko. Indikasi keracunan saat pembagian PMT, baik itu Lansia maupun Balita di Posyandu,” kata Camat Batang Luksono Pramudito, kepada awak media, Selasa (22/9/2026).***
Editor : Adi Arfian






























