DEMAK, Lingkarjateng.id – Bencana rob di pesisir Kabupaten Demak kini bergeser ke wilayah timur setelah tersambungnya Tol Laut Semarang-Demak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, mengatakan perubahan kondisi di kawasan pesisir menyebabkan genangan rob bergeser ke wilayah timur dan berdampak pada semakin luasnya daerah terdampak.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah pusat melalui Badan Otorita Pesisir memprioritaskan penanganan abrasi dan banjir rob yang terus meluas di wilayah pesisir Kota Wali.
“Harapan kita di Demak, kerusakan lewat abrasi ini semenjak adanya tol laut yang ini sudah jadi (tersambung) kan (rob) bergeser ke arah timur. Lha ini, mohon kepada pemerintah pusat lewat Badan Otorita ini diprioritaskan untuk penanganan rob yang ada di Demak,” ujarnya, Kamis, 6 Agustus 2026.
“Karena ini selain sudah sampai ke Jalan Pantura, juga merusak alam yang ada di kecamatan lain, termasuk Karangtengah, kemudian yang parah ini adalah Bonang,” sambungnya.
Menurut Sugiharto, banjir rob yang telah terjadi selama bertahun-tahun masih menjadi persoalan utama di kawasan pesisir Demak. Selain merendam permukiman warga dan lahan produktif, rob juga menggenangi Jalan Pantura yang menjadi jalur nasional sekaligus jalur distribusi barang dan aktivitas ekonomi.
Ia menjelaskan, Pemkab Demak terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat upaya penanganan sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Sugiharto mengatakan, pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall hingga kini masih dalam tahap pembahasan bersama Badan Otorita Pesisir. Dalam pembahasan terakhir, kawasan pesisir Demak masuk dalam wilayah yang diprioritaskan bersama Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.
“Untuk tanggul laut masih proses pembahasan dengan Badan Otorita Pesisir. Dalam pembahasan yang terakhir diprioritaskan untuk Demak, Semarang dan Kendal. Sementara untuk penanganan yang ada di provinsi itu hybrid sea wall yang insyaallah akan dilaksanakan tahun ini,” ungkapnya.
Selain rencana pembangunan Giant Sea Wall, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan penanganan jangka pendek melalui pembangunan Hybrid Sea Wall yang ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini.
Sugiharto menuturkan, setelah Tol Laut Semarang-Demak tersambung, titik genangan rob di Jalan Pantura mengalami pergeseran hingga mencapai kawasan U-Turn dan Onggorawe.
“Nah, karena kan tol laut ini sudah tersambung sehingga rob ini bergeser ke arah timur sampai ke U-turn sampai Onggorawe. Rob memang waktunya tidak bisa dipastikan, kadang pagi, kadang sore, kadang malem,” katanya.
Untuk membantu masyarakat, khususnya pengguna Jalan Pantura, Pemkab Demak telah memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang rawan terdampak rob.
Rekaman kondisi lalu lintas dapat diakses masyarakat melalui kanal YouTube Dinas Perhubungan Kabupaten Demak sehingga pengguna jalan dapat memantau situasi terkini dan menentukan jalur alternatif.
“Untuk masyarakat khususnya pengguna jalan. Ini di beberapa tempat sudah terpasang CCTV bisa dilihat lewat YouTube-nya Dinas Perhubungan sehingga masyarakat bisa memantau ketika rob dan bisa memilih jalur alternatif,” pungkasnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid


































