DEMAK, Lingkarjateng.id – Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Demak mendorong pemerintah daerah menghadirkan kebijakan sekolah gratis bagi siswa sekolah swasta, sebagaimana yang diterapkan di sekolah negeri.
Ketua PGSI Kabupaten Demak, Noor Salim mengatakan pihaknya telah melakukan studi banding ke DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk mempelajari penerapan program sekolah swasta gratis yang dibiayai pemerintah daerah.
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta saat ini membiayai sekitar 103 sekolah swasta dari jenjang pendidikan dasar hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Dengan skema tersebut, sekolah tidak lagi memungut biaya pendidikan dari orang tua siswa.
“Kita kemarin studi banding ke DPRD DKI Jakarta, salah satunya terkait pelaksanaan sekolah swasta gratis yang dibiayai sepenuhnya oleh Pemprov DKI. Di sana sudah ada sekitar 103 sekolah swasta mulai tingkat dasar sampai SLTA yang dibiayai penuh oleh pemerintah,” kata Noor Salim, saat dihubungi Minggu.
Ia mengatakan, kebijakan tersebut juga dikaitkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai penyelenggaraan pendidikan yang harus memberikan perlakuan tidak diskriminatif antara sekolah negeri dan swasta.
“Dan hal ini merupakan bagian dari pelaksanaan keputusan MK bahwa pemerintah berkewajiban menyelenggarakan sekolah swasta gratis karena tidak boleh ada sikap diskriminasi antara penyelenggaraan sekolah swasta maupun negeri. Itu fokus utamanya,” ungkapnya.
PGSI Demak berharap Pemkab Demak dapat menerapkan kebijakan serupa. Namun, jika sekolah swasta gratis belum memungkinkan diterapkan sepenuhnya, pemerintah daerah setidaknya memberikan dukungan pembiayaan melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
“Kita berharap di Demak ini, kalaupun tidak bisa menerapkan sepenuhnya, minimal ada kehadiran Pemkab Demak terhadap sekolah-sekolah swasta. Misalnya ada bantuan BOSDA seperti dulu. Minimal itu yang kita inginkan,” ujarnya.
Noor Salim menilai sekolah swasta memiliki peran penting dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat. Sekolah swasta juga ikut menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Menurutnya, sekolah swasta selama ini banyak membangun dan membiayai kebutuhan pendidikan secara mandiri, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan gedung hingga pemenuhan tenaga pendidik.
“Di swasta ini perannya lebih besar. Gedungnya dibuat sendiri, tanahnya juga sendiri, gurunya juga demikian. Kalau negeri, tanah dan gedung semua dari pemerintah. Mestinya pemerintah berterima kasih dengan kehadiran sekolah-sekolah swasta,” katanya.
Ia berharap sekolah swasta mendapat perhatian yang setara dengan sekolah negeri karena sama-sama memiliki peran dalam mencerdaskan generasi bangsa.
“Ya kami berharap sekolah swasta ini juga mendapatkan perhatian sebagaimana sekolah negeri. Toh, kita sama-sama mencerdaskan anak-anak bangsa,” tutupnya.
Jurnalis: Lingkar Network/M Burhanudin Aslam
Editor: Sekar
































