REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang siap memperjuangkan usulan para buruh terkait penyediaan transportasi bagi pekerja.
Saat ini, Pemkab Rembang tengah mengkaji pengadaan transportasi khusus karyawan guna mendukung keselamatan dan kenyamanan pekerja.
Bupati Rembang, Harno, menyampaikan pemerintah daerah siap menjadi fasilitator antara pengusaha dan pekerja agar tercipta solusi terbaik terkait kebutuhan transportasi buruh.
“Saya mengajak kepada pengusaha untuk duduk bersama memikirkan transportasi untuk karyawan,” ujar Harno di Rembang pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Ia berharap hubungan industrial di Kabupaten Rembang tetap harmonis dan saling menguntungkan antara perusahaan, pekerja, maupun masyarakat.
“Harapannya ada titik temu yang baik, tercipta hubungan industrial yang harmonis dan simbiosis mutualisme. Perusahaan membutuhkan karyawan, begitu juga masyarakat membutuhkan pengusaha dan investor,” imbuhnya.
Harno menegaskan keberadaan investor memiliki peran penting dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Rembang.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah agar iklim investasi tetap terjaga.
Ia menyebut saat ini Kabupaten Rembang masuk tiga besar daerah dengan tingkat pengangguran terendah di Jawa Tengah, di bawah Kabupaten Temanggung dan Wonogiri.
Sebelumnya, Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992, Adrian Adiputra, mengusulkan adanya transportasi gratis berupa bus bagi buruh.
Menurut Adrian, fasilitas tersebut penting untuk menekan angka kecelakaan kerja, khususnya di jalur menuju kawasan industri.
“Agar angka kecelakaan menurun. Apalagi di perusahaan-perusahaan contohnya PWI. Dari lampu merah Clangapan banyak terjadi kecelakaan karena jalannya sudah mulus,” katanya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid





























