Kudus (lingkarjateng.id) – Sebanyak 816 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) peserta Program Pendampingan Kewirausahaan resmi mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus.
Perlindungan ini diberikan untuk menunjang keamanan mahasiswa selama menjalankan aktivitas pendampingan dan praktik kewirausahaan di lapangan. Penyerahan kartu kepesertaan dilakukan secara simbolis.
Para mahasiswa ini didaftarkan ke dalam dua program perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kudus, Dewi Mulya Sari mengatakan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga mahasiswa yang menjalankan kegiatan praktik maupun pengabdian di masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa peserta pendampingan kewirausahaan memiliki mobilitas tinggi dan aktivitas langsung di lapangan yang berpotensi menimbulkan risiko kerja. Perlindungan dasar jaminan sosial ini penting agar mahasiswa bisa menjalankan program lebih aman dan nyaman.
“Mahasiswa yang terjun langsung mendampingi kegiatan kewirausahaan tentu memiliki mobilitas tinggi. Dengan perlindungan ini, mereka bisa lebih fokus menjalankan tugas tanpa harus khawatir terhadap risiko kerja yang mungkin terjadi,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Dewi berharap kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan perguruan tinggi dapat terus diperluas sebagai upaya membangun kesadaran pentingnya perlindungan sosial sejak usia muda.
Sementara itu, Rektor Universitas Muria Kudus, Darsono mengapresiasi dukungan BPJS Ketenagakerjaan Kudus dalam memberikan perlindungan bagi mahasiswa peserta program pendampingan kewirausahaan.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Selain memperoleh pengalaman praktik di masyarakat, mahasiswa juga dikenalkan pada pentingnya perlindungan kerja sejak dini.
“Pembekalan terkait jaminan sosial ketenagakerjaan sangat relevan bagi mahasiswa yang nantinya akan masuk ke dunia industri maupun menjadi pelaku usaha mandiri,” pungkasnya.***
Jurnalis : Ahmad Abror
Editor : Fian





























