DEMAK, Lingkarjateng.id – Delapan nama muncul sebagai kandidat calon Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Demak.
Dari delapan calon, lima di antaranya merupakan hasil pemetaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) sementara tiga nama lainnya merupakan usulan dari peserta musyawarah cabang (muscab) yang berasal dari tingkat Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC).
Ketua DPP PKB, Siti Mukaromah, dalam Muscab PKB pada Minggu, 19 April 2026 menyampaikan bahwa pelaksanaan muscab berjalan demokratis dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh peserta.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar, seluruh peserta musyawarah terlibat aktif. Proses demokrasi yang menjadi bagian dari PKB hari ini juga telah dilaksanakan dengan baik. Ini menjadi salah satu prestasi DPC PKB Demak yang patut kami apresiasi,” ujar Siti kepada wartawan usai kegiatan, Minggu, 19 April 2026.
Siti menjelaskan, mekanisme pemilihan kepengurusan PKB saat ini dirancang untuk tetap menjaga nilai-nilai demokrasi namun dengan upaya meminimalisir potensi konflik dalam proses pemilihan.
“PKB terus berupaya membangun konsep demokrasi tetap berjalan, akan tetapi meminimalisir dari proses demokrasi yang berujung konflik atau masalah,” jelasnya.
Lebih lanjut, DPP PKB telah menetapkan sistem dua pintu dalam penjaringan calon. Pertama, pemetaan kader yang dilakukan oleh DPP bersama DPW untuk melihat potensi dan kapasitas calon pemimpin dari berbagai daerah serta usulan dari peserta musyawarah.
“Hasil pemetaan tersebut kemudian disampaikan kepada peserta musyawarah cabang. Di sisi lain, peserta juga diberikan ruang untuk mengusulkan nama-nama calon dari tingkat bawah melalui DPAC,” jelasnya.
Selanjutnya, seluruh calon yang terjaring akan mengikuti tahapan lanjutan, termasuk pemahaman terhadap ideologi, kebijakan, serta kemampuan kepemimpinan di internal partai.
Penilaian akhir, lanjutnya, dilakukan secara menyeluruh oleh DPP PKB dengan mempertimbangkan kapasitas, kapabilitas, serta kesiapan calon dalam memimpin organisasi di tingkat cabang.
“Artinya penilaian ini murni dari DPP PKB dengan tentunya kita akan melihat sejauh mana potensi, kapasitas, kapabilitas calon-calon pemimpin yang akan memimpin PKB di tingkat cabang di masing-masing daerah. Memang prosesnya agak panjang, akan tetapi bisa menghasilkan yang kapasitas dan kapabilitas sesuai,” tuturnya.
Ia menambahkan, selama ini tidak jarang ditemukan calon yang memiliki dukungan kuat dari tingkat bawah, namun belum diimbangi dengan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, maupun penguasaan kebijakan.
“Kadang ada yang kuat dukungan di bawah, tetapi dari sisi kepemimpinan, komunikasi, atau penguasaan kebijakan masih kurang. Karena itu, PKB ingin memastikan adanya kolaborasi antara dukungan akar rumput dan kapasitas yang mumpuni,” ungkapnya.
“Maka saya rasa hari ini, PKB berkeinginan untuk melakukan kolaborasi untuk semua sisi itu kita yakinkan calon pemimpin memang memiliki kapasitas yang diharapkan, sehingga menghadapi situasi di lapangan bisa berjalan dengan baik,” sambungnya.
Melalui mekanisme ini, PKB berharap dapat menghasilkan pemimpin yang tidak hanya memiliki legitimasi kuat dari kader, tetapi juga memiliki kemampuan yang memadai untuk menghadapi berbagai tantangan politik di daerah.
Dengan demikian, proses seleksi yang relatif panjang tersebut diyakini mampu melahirkan kepemimpinan yang solid, berkapasitas, dan mampu menjalankan roda organisasi partai secara optimal di Kabupaten Demak.
Adapun nama-nama kandidat calon yang diajukan diantaranya, Zayinul Fata, Sukono, Muadhom, Nikmah, Ulin Nuha, Edi Sayudi, Syafii Afandi, dan Ashadi.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Ulfa
































