KENDAL, Lingkarjateng.id – Ketua Karang Taruna Kendal, Nattaya Kenenza, menjadi juri kehormatan dalam seleksi calon pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) 2026 pada tahapan tes kepribadian.
Tes kepribadian digelar Badan Kesatuan dan Bangsa (Kesbangpol) Kabupaten Kendal di Stadion Utama Kebondalem Kendal, Rabu 15 April 2026. Rangkaian tes kepribadian merupakan tahapan terakhir seleksi paskibraka yang diikuti 165 peserta.
Ketua Karang Taruna Kendal, Nattaya Kenenza, menyampaikan bahwa tes kepribadian ini sebagai upaya menyaring calon paskibraka yang memiliki karakter disiplin, percaya diri, bermental kuat, dan mampu bekerja sama.
“Teman-teman itu nanti harus mengedepankan kerja sama tim dari pada egonya. Karena nanti mereka pasti ada yang ingin kelihatan menonjol. Nah ini yang perlu digarisbawahi yaitu kekompakan,” ujar Nattaya.
Selain itu, kata Nattaya, tes kepribadian sangat penting untuk memahami secara utuh aspek psikologis calon paskibraka sehingga dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai karakter masing-masing peserta.
“Kita akan nilai secara keseluruhan. Tidak hanya kepribadian, tetapi juga minat dan bakat, termasuk jejak mereka di media sosial. Kita harus benar-benar mengenal calon Paskibraka Kendal ini,” imbuhnya.
Ketua Karang Taruna berpesan agar peserta terpilih Paskibraka 2026 harus semangat, menjaga kondisi fisik dan mental untuk menghadapi serangkaian pemusatan pendidikan dan pelatihan sebelum bertugas menjadi petugas pengibar bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026.
Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol, Alfebian Yulando, mengatakan ada sejumlah materi dalam tes kepribadian, yaitu wawancara, penelusuran minat bakat, dan psikotes.
“Peserta akan diwawancarai terkait ideologi dan wawasan kebangsaan, motivasi mengikuti paskibraka dan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Kendal,” terangnya.
Selain minat bakat, juri juga akan melihat rekam jejak digital calon paskibraka di berbagai media sosial.
“Kemudian juga peserta kita uji minat dan bakat mereka. Kita juga lihat rekam jejak mereka di media sosial, baik facebook, tiktok, instagram dan lainnya. Kita lihat sejauh mana unggahan yang diikuti, apakah mereka terafiliasi dengan kreak, terorisme, kreak dan lainnya atau tidak,” ungkapnya.
Hasil seleksi tersebut dan nilai yang didapatkan peserta akan di akumulasi dengan tes seleksi sebelumnya untuk menentukan urutan rangking dari 1 sampai dengan 70.
“Dari peserta laki-laki yang jumlahnya 110 akan kita ambil 38, dan peserta perempuan dari 55 kita ambil 32 peserta. Sehingga total yang lolos seleksi adalah 70 peserta terbaik,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa
































