GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Banjir dilaporkan terjadi di tiga lingkungan wilayah Purwodadi, Kabupaten Grobogan, akibat guyuran hujan deras sejak Minggu, 12 April 2026, petang.
Genangan banjir yang merendam tiga lingkungan wilayah Purwodadi, Grobogan, ini dipicu oleh luapan Sungai Lusi serta Sungai Glugu yang sangat drastis.
Kondisi banjir di tiga lingkungan wilayah Purwodadi, Grobogan, mengakibatkan sedikitnya 441 kepala keluarga harus menghadapi genangan air tinggi. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Kelurahan Purwodadi, Agus Purwanto.
Hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur wilayah tersebut mulai pukul 16.00 WIB dan terus berlangsung hingga waktu malam tiba tanpa henti.
Luapan air mulai memasuki kawasan permukiman penduduk di Kelurahan Purwodadi pada pukul 21.30 WIB ketika warga sedang bersiap untuk beristirahat.
Ia menjelaskan, luapan air merendam area RW 01 Jajar, RW 22 Banaran, serta RW 02 Kemasan dengan ketinggian air yang cukup bervariasi.
Kepala Kelurahan Purwodadi, Agus Purwanto, menegaskan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini meskipun tetap mengalami kerugian materiil.
Agus Purwanto merinci bahwa banjir yang merendam wilayah RW 01 Jajar membuat 331 kepala keluarga terdampak.
Sementara di wilayah RW 22 Banaran, korban banjir tercatat 75 kepala keluarga dan di RW 02 Kemasan sebanyak 65 kepala keluarga.
Aktivitas warga setempat menjadi sangat terganggu terutama saat dini hari karena air terus merangkak naik hingga masuk ke dalam bangunan rumah-rumah.
Pihak kelurahan segera bergerak melakukan tindakan darurat setelah menerima laporan resmi dari para ketua RW mengenai kondisi lingkungan tersebut.
Agus Purwanto menjelaskan bahwa koordinasi dengan pimpinan daerah serta instansi terkait terus dilakukan demi mempercepat proses bantuan logistik.
“Petugas menerima laporan dari Ketua RW, kemudian langsung mendatangi lokasi bencana,” kata Agus Purwanto, Senin 13 April 2026.
Petugas juga mencatat data warga terdampak serta melaporkan kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan OPD terkait guna penanganan secara lebih lanjut.
Agus Purwanto memantau langsung kondisi di lapangan bersama tim gabungan untuk memastikan keselamatan warga yang berada di titik rawan banjir itu.
Kondisi air hingga Senin pagi, 13 April 2026 terpantau belum menunjukkan penurunan yang signifikan sehingga warga masih harus bertahan di tengah kepungan banjir.
“Hingga sekarang belum surut, masih stagnan,” ucap Agus Purwanto.
Yoga, warga di lingkungan Jajar mengaku aktivitasnya terganggu akibat terdampak banjir. Pria yang sehari-hari berjualan es Kristal ini, terpaksa melakukan cancel orderan pelanggan, karena rumahnya terdampak banjir setinggi 25 centimeter.
“Terpaksa cancel orderan dulu, mau menyelamatkan barang-barang di rumah supaya tidak kena genangan air,” jelas Yoga.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network





























