KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memperingati hari jadi ke-505 yang jatuh pada 15 Maret dengan berbagai kegiatan, mulai dari upacara atau apel besar, rapat paripurna, penyerahan tabungan kebajikan, hingga pelepasan burung perkutut.
Dalam peringatan tersebut, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, salah satu capaian yang menjadi kado istimewa bagi Kabupaten Semarang di usia ke-505 adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator kualitas hidup masyarakat.
“Di tahun 2025 kemarin, IPM di Kabupaten Semarang tercatat di angka 76,40 persen, dan angka itu naik dari tahun 2024 yang ada di angka 75,67 persen. Dan yang membanggakan adalah, IPM Kabupaten Semarang di atas angka di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) maupun tingkat nasional,” katanya, Senin, 16 Maret 2026.
Selain peningkatan IPM, Ngesti juga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Semarang pada 2025 mencapai 5,61 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya serta melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi maupun nasional.
“Adapun untuk pembangunan infrastruktur juga terus kami kebut, hal ini tujuannya jelas demi meningkatkan kesejahteraan warga kita. Di antaranya ialah pembangunan kawasan kumuh di Penawangan, Pringapus,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur juga dilakukan melalui peningkatan layanan kesehatan di RSUD Gondo Suwarno Ungaran dan RSUD Gunawan Mangunkusumo Ambarawa.
Selain itu, Pemkab Semarang juga membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kaliwungu serta di kawasan Ngempon, Kecamatan Bergas. Di bidang tata kelola keuangan, Pemkab Semarang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Adapula pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kaliwungu dan juga Ngempon, yang ada di Bergas. Bahkan, Alhamdulillah dana pembangunan juga mendapat penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK,” katanya.
Capaian tersebut menjadi opini WTP ke-14 yang diraih Kabupaten Semarang secara berturut-turut sejak 2012.
Menurut Ngesti, berbagai prestasi di tingkat regional maupun nasional juga menunjukkan dukungan masyarakat terhadap pembangunan daerah.
“Dan tema Sinergi dan Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Semarang Berdikari selaras dengan tekad kami dalam bergandengan tangan mendukung Asta Cipta Presiden Prabowo,” tukasnya.
Dalam rangkaian peringatan hari jadi tersebut, Lembaga Kesenian dan Kebudayaan (LKK) Kabupaten Semarang juga menginisiasi gerakan tabungan kebajikan. Melalui program ini, masyarakat diajak menyisihkan satu gelas beras dan uang koin yang akan digunakan untuk kegiatan kenduri budaya sebagai wujud syukur bersama.
Ketua LKK Kabupaten Semarang, Pujianto, mengatakan gerakan tersebut bertujuan menumbuhkan semangat berbagi sekaligus memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.
“Ini baru pertama kali kita lakukan, dan tahun ini kita ingin mengajarkan untuk memberi kesempatan umat untuk berbagi,” ujarnya.
Beras yang terkumpul dari 19 kecamatan nantinya akan dikemas ulang dalam paket lima kilogram dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sementara bahan makanan untuk kenduri budaya juga berasal dari sumbangan warga, seperti sayur, telur, tahu, tempe, sambal hingga ayam.
“Semua berasal dari sumbangan masyarakat. Setelah dimasak dalam kenduri budaya, nanti juga kita peruntukkan kembali untuk masyarakat,” katanya.
Selain itu, dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga melakukan pelepasan burung perkutut yang dimaknai sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian alam.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid































