KENDAL, Lingkarjateng.id – Kelompok Tani Argo Mulyo Desa Purwosari dan Kelompok Tani Kismo Mukti Desa Bringinsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal melaksanakan penanaman perdana bawang putih skema kawasan perbenihan tahun 2026, Senin, 2 Maret 2026 sore.
Benih bawang putih tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI melalui Ditjen Hortikultura. Kementan juga memberikan bantuan sarana produksi berupa pupuk dan mulsa untuk dua kelompok tani dengan total lahan seluas 20 hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Indarwanti, menyampaikan bahwa bantuan perbenihan bawang putih dan sarana produksi ini diberikan sebagai upaya penguatan sektor pertanian dan meningkatkan ketrersediaan benih bawang putih yang unggul.
“Hari ini Dinas Pertanian dan Pangan melakukan pendampingan dan pembinaan kepada dua kelompok tani yang menerima bantuan dari Kementerian. Di kelompok Tani Argo Mulyo ini ada lahan seluas 10 hektare yang mendapatkan bantuan bibit bawang putih, pupuk dan mulsa,” terang Indarwanti.
Indarwanti berharap dengan bantuan dan pendampingan tersebut para petani bawang putih di Kecamatan Sukorejo kembali berjaya dan dapat meningkatkan hasil produksi bawang putih.
“Harapannya nanti hasil produksi dari kelompok tani akan lebih dari sebelumnya yaitu yang biasanya 7 hingga 8 ton per 1 hektare bisa meningkat menjadi 10 ton,” ucapnya.
Koordinator PPL Pertanian, Eko Budiyaningsih, berharap program tersebut berkelanjutan sehingga produktivitas bawang putih meningkat serta mengurangi impor bawang putih.
“Harapannya ini dapat berkelanjutan, dan bawang putih ini mudah-mudahan bisa terus berkembang di Kecamatan Sukorejo, dan kedepan bisa mengurangi impor bawang putih dari luar,” terangnya.
Sementara Ketua Kelompok Tani Argo Mulyo Desa Purwosari mengatakan beberapa tahun terakhir produksi bawang putih di desanya mengalami penurunan karena sulit mendapatkan pembeli.
“Melalui bantuan ini kita lebih bersemangat lagi. Karena juga nanti pembelinya sudah ada.semoga produksi bawang putih bisa kembali berjaya di desa kami karena dulu disini memang kita mayoritas tanam bawang putih,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa




























