SALATIGA, Lingkarjateng.id – Proyek pembangunan Exit Tol Pattimura, Kota Salatiga resmi dimulai pada awal April 2026. Infrastruktur strategis dengan nilai investasi mencapai Rp113,3 miliar ini ditargetkan rampung pada Januari 2027.
Pembangunan Exit Tol Pattimura tersebut digadang-gadang menjadi pengungkit baru pertumbuhan ekonomi, sekaligus membuka peluang investasi di Kota Salatiga dan sekitarnya.
Anggota Komisi V DPR RI, Fadholi, mengatakan proyek Exit Tol Pattimura sejatinya telah direncanakan sejak tahun 2017. Setelah melalui proses panjang, pembangunan kini mulai direalisasikan.
“Program ini sudah lama ditunggu masyarakat. Alhamdulillah sekarang sudah mulai dibangun,” ujarnya saat meninjau lokasi proyek, Sabtu, 18 April 2026.
Menurutnya, keberadaan exit tol ini akan mempermudah akses masyarakat, khususnya bagi warga yang hendak menuju Kota Semarang maupun sebaliknya. Lokasinya yang dekat dengan pusat Kota Salatiga dinilai sangat strategis. “Dari exit tol ke pusat kota tidak membutuhkan waktu lama. Ini akan meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan pembangunan Exit Tol Pattimura akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan investasi dan sektor pariwisata.
Ia menyebut, terdapat dua destinasi yang diproyeksikan berkembang pesat seiring hadirnya akses tol baru tersebut, yakni Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) dan Taman Wisata Religi (TWR).
“Dengan akses yang semakin mudah, potensi pariwisata akan ikut terdongkrak. Ini peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Robby.
Selain itu, dalam jangka panjang Exit Tol Pattimura juga akan berfungsi sebagai bagian dari jalur lingkar (ring road) yang menghubungkan wilayah selatan dan utara Kota Salatiga. Hal ini diyakini akan membuka pusat-pusat ekonomi baru di kawasan sekitar.
Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menilai pembangunan exit tol tersebut juga akan berdampak positif bagi wilayah Kabupaten Semarang, khususnya Kecamatan Pabelan yang berbatasan langsung dengan lokasi proyek. Ia berharap keberadaan Exit Tol Pattimura mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Pabelan, Bringin, hingga Bancak, serta menarik masuknya investasi baru.
“Ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi kawasan. Kami optimistis investasi akan ikut berkembang,” ungkapnya.
Jurnalis: Angga Rosa

































