Kudus (lingkarjateng.id) – Sebanyak 1.999 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus siap berangkat melaksanakan ibadah haji ke tanah suci 2026. Calon jemaah haji tersebut terbagi dalam 5 kelompok terbang (kloter) yakni kloter 40 hingga kloter 44 melalui embarkasi Solo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus, Masruroch, menyampaikan bahwa seluruh jemaah yang masuk dalam daftar keberangkatan merupakan mereka yang telah melunasi biaya haji.
“Pada intinya yang berangkat adalah jemaah yang sudah melakukan pelunasan,” kata Masruroch saat dihubungi wartawan pada Kamis 16 April 2026.
“Keberangkatan jemaah haji Kudus tetap mengacu pada kebijakan pusat, termasuk pembagian kloter dan sistem pemberangkatan yang berlaku secara nasional,” imbuhnya.
Masruroch memastikan seluruh calon jemaah haji sudah memenuhi seluruh persyaratan istitha’ah. Koper calon jamaah haji pun telah diterima pada tanggal 14 Mei 2026 lalu dan selanjutnya kembali dikumpulkan pada tanggal 2 Mei 2026 besok.
Ia menyebut ada dua calon jemaah haji yang batal berangkat dikarenakan meninggal dunia, namun untuk posisinya saat ini sudah digantikan oleh calon jemaah haji kuota cadangan.
“Dua calhaj batal berangkat tahun ini karena meninggal dunia, tapi sudah digantikan oleh kuota cadangan,” sebut Masruroch.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan sebanyak 51 calon jemaah haji asal Kabupaten Kudus masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) tahun 2026 ini.
Pihaknya mengimbau calon jemaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan dan saat berada di Tanah Suci, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Pentingnya kesiapan fisik selama menjalankan ibadah haji.
“Kesehatan adalah yang utama karena di sana membutuhkan kondisi fisik yang kuat,” katanya.
Selain itu, selama menjalankan ibadah haji di tanah suci, para jemaah diminta rutin menggunakan masker, menjaga asupan cairan agar tidak dehidrasi, serta mempersiapkan mental menghadapi situasi padat dan antrean panjang.
“Semua harus banyak bersabar, karena di sana pasti ramai dan penuh antrean,” ucapnya.
“Banyak berdoa dan istigfar agar diberikan kemudahan dan keselamatan,” tandasnya.***
Jurnalis : Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor : Fian

































