Kab.Semarang (lingkarjateng.id) – SD Negeri Piyanggang 01 di Desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang memiliki kisah ironi, padahal mampu menorehkan segudang prestasi, namun jumlah siswa terus mengalami penurunan jumlahnya.
Berkurangnya kondisi jumlah siswa di sekolah dasar tersebut, diungkapkan Kepala Sekolah SD Negeri Piyanggang 01 Sumowono, Sugyanti. Dia menyebut kondisi itu terjadi sudah sejak lima tahun terakhir.
Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 tahun ini, SD Negeri Piyanggang 01 Sumowono tersebut hanya mampu mendapatkan tiga siswa saja yang kini duduk di Kelas 1.
Dikatakan, meski pihak sekolah sudah berupaya membuat berbagai program unggulan. Namun, jumlah siswa di SD Negeri Piyanggang 01 Sumowono, Kabupaten Semarang tetap tidak bisa memenuhi kuota yang ditetapkan Dapodik yakni 28 siswa per rombongan belajar (rombel).
“Kami itu beberapa tahun terakhir sudah menyiapkan dan menjalankan berbagai program-program unggulan yang memang kami informasikan dan difasilitasi untuk orangtua murid, agar anak-anak mereka bisa di sekolah di sini,” ungkap Sugyanti, Selasa (4/8).
Adapun program-program unggulan tersebut, diantaranya adalah ada hafalan Al Quran hingga Juz 30, lalu ada program Pagi Ceria, Salat Duha dan Dzuhur secara berjamaah.
“Bahkan kami ada juga program-program yang kaitannya dengan prestasi siswa, jadi meskipun siswa kami ini hanya sedikit, tapi kami sudah memetakan prestasi masing-masing siswa itu sejak Kelas 1,” jelasnya.
“Sehingga ketika siswa tersebut masuk ke Kelas 2 itu sudah beberapa diantaranya sudah kami ikutkan berbagai seleksi perlombaan. Alhamdulillah berkat kerjasama antara bapak ibu guru di sekolah, di dua tahun terakhir sekolah kami mendapatkan prestasi yang luar biasa,” terangnya.
Sugyanti menambahkan, prestasi-prestasi yang berhasil diraih siswa SD Piyanggang 01 Sumowono itu berhasil ditorehkan setelah banyak masyarakat yang menganggap sebelah mata sekolah tersebut.
“Kami itu tidak dianggap sama sekali karena kami tidak pernah berbicara di Kecamatan Sumowono, apalagi di tingkat yang lebih tinggi untuk prestasi kami, tapi di dua tahun terakhir ini baik itu di tingkat Kecamatan hingga tingkat Kabupaten kami memiliki prestasi di berbagai bidang,” tegasnya kembali.
Diketahui sudah lima tahun terakhir tidak pernah mendapatkan siswa dalam jumlah besar. Saat ini total siswa di SD Piyanggang 01 Sumowono hanya memiliki 38 siswa dalam enam rombel atau dari Kelas 1 hingga Kelas 6.
Terpisah, Kakorwil Sumowono, Sutrisno mengatakan bahwa di wilayah Kecamatan Sumowono tidak hanya SD Negeri Piyanggang 01 saja yang statusnya kekurangan siswa. “Di Sumowono ini jumlah totalnya ada 25 SD Negeri. Rata-rata kondisinya belum bisa memenuhi kuota siswa baru di tahun ini,” jelasnya.
Disebutkan Sutrisno, selain SD Negeri Piyanggang 01 yang hanya mendapatkan tiga siswa saja di Tahun Ajaran 2026/2027 ini juga ada SD Negeri Candigaron 04 di Sumowono yang juga hanya mendapatkan tiga siswa baru.
“Ada SD yang jumlah siswa barunya itu cukup banyak meski hanya di maksimal 25 siswa saja dari kuota 28 dari Dapodik, artinya ada sekitar 50 persen siswa yang masuk ke sekolah tersebut,” bebernya.
Dijelaskan, fenomena tersebut disebabkan secara geografis wilayah Kecamatan Sumowono terbilang kecil, dan sebagian besar masyarakatnya bekerja sehari-hari sebagai petani. Kondisi kurangnya siswa di setiap sekolah SD Negeri di Sumowono, kata Sutrisno, sudah berjalan selama dua hingga tiga tahun terakhir dengan jumlah yang fluktuatif. ***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Redaksi

































