SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga memperluas peluang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) untuk terlibat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui sosialisasi dan simulasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Versi 5. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Kaloka, Kantor Setda Salatiga, Selasa, 4 Agustus 2026.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengatakan transformasi pengadaan barang dan jasa merupakan perubahan yang harus direspons dengan peningkatan kapasitas, baik oleh aparatur pemerintah maupun pelaku usaha.
“Transformasi pengadaan barang dan jasa merupakan sebuah keniscayaan yang harus disambut dengan kesiapan penuh, baik oleh aparatur maupun pelaku usaha di Kota Salatiga,” kata Robby.
Ia menjelaskan, kebijakan pengadaan pemerintah terus berkembang melalui penguatan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN), optimalisasi e-purchasing, serta peningkatan keterlibatan UMKK.
Seluruh proses tersebut kini didukung SPSE Versi 5 yang terintegrasi dengan Akun Inaproc sehingga diharapkan mampu menghadirkan layanan pengadaan yang lebih cepat, mudah, efisien, transparan, dan akuntabel.
Menurut Robby, Pemkot Salatiga berkomitmen menerapkan prinsip pengadaan yang efektif, efisien, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel. Digitalisasi pengadaan juga diharapkan mampu memperluas akses bagi pelaku usaha lokal untuk bersaing dalam pengadaan pemerintah.
“Digitalisasi ini juga diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Salatiga, Junirispinuddin Serunting, mengatakan sosialisasi tersebut dirancang untuk membekali pelaku pengadaan dan penyedia jasa dengan pemahaman mengenai implementasi SPSE Versi 5 sesuai ketentuan terbaru.
“Melalui pendampingan langsung, peserta juga dipastikan berhasil memperoleh dan mengaktifkan akun resmi pada platform SPSE Versi 5 sehingga siap mengikuti proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Rosyid

































