GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Seorang remaja pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Zaki Mandala Rizki, warga Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terlibat aksi perang sarung bersama sejumlah temannya pada Rabu, 25 Februari 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.
Awalnya, informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan Zaki meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Namun, kabar tersebut berkembang dan mengarah pada dugaan keterlibatan korban dalam perang sarung yang berlangsung di lapangan desa.
Lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian merupakan lapangan sepak bola yang juga difungsikan sebagai lapangan voli Desa Termas. Kondisi lapangan pada malam hari dilaporkan minim penerangan lantaran lampu tidak lagi terpasang.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Guntur, mengaku sempat menerima informasi awal bahwa korban mengalami kecelakaan sebelum akhirnya mengetahui lokasi kejadian berada di lapangan desa.
“Yang saya tahu itu, tadinya awalnya beritanya saya dengar kecelakaan. Nah terus pas kita ngumpul di sini, ada pihak keluarga korban lagi ngumpul di sini. Ada mobil polisi datang ke arah TKP, ternyata TKP-nya di lapangan bola yang dibikin lapangan voli, lapangan desa situ,” ujar Guntur.
Menurut Guntur, setelah aparat kepolisian mendatangi lokasi, muncul dugaan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan aksi perang sarung. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologi maupun pihak-pihak yang terlibat.
“Saya nggak tahu pak kronologinya. Saya tahunya korban tadi di puskesmas. Baru saya keluar dari rumah, rame-rame itu baru saya nengok ke puskesmas, ternyata benar sudah meninggal korban. Masih SMP kelas 2 kalau nggak kelas 3. Untuk pelakunya siapa saya nggak tahu,” jelasnya.
Ia juga menyebut selama ini Desa Termas tergolong aman dan belum pernah terjadi peristiwa serupa. Lapangan desa biasanya digunakan warga untuk bermain voli atau berkumpul pada sore hari, sementara malam hari relatif sepi karena tidak ada penerangan.
“Belum pernah sama sekali kejadian seperti ini. Karena di sini setahu saya paling aman. Kalau sore lapangan itu sering dipakai main voli atau nongkrong saja. Kalau malam biasanya nggak ada kegiatan karena lampunya sudah tidak ada,” tambahnya.
Hingga kini, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kematian korban serta mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid































