JEPARA, Lingkarjateng.id – Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Kabupaten Jepara tahun 2025 meningkat berada di skor 3,75 atau kategori sangat baik. Sedangkan tahun sebelumnya mendapat skor 3,51.
Penilaian tersebut berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara, Budhi Sulistyawan, menyampaikan bahwa peningkatan indeks SPBE mencerminkan konsistensi dan komitmen pemerintah dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital.
“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah di bawah kepemimpinan Mas Bupati dan Gus Wakil Bupati dalam mendorong pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan adaptif terhadap teknologi,” katanya.
Budhi mengatakan predikat sangat baik menunjukkan bahwa implementasi SPBE di Jepara semakin solid, terutama dalam mendukung layanan publik dan proses administrasi pemerintahan berbasis elektronik.
Berdasarkan hasil evaluasi, Domain Kebijakan SPBE Jepara memperoleh nilai 3,80, yang didukung oleh kebijakan internal tata kelola SPBE dengan skor yang sama.
Sementara itu, Domain Tata Kelola SPBE mencatat nilai 3,20, dengan rincian Perencanaan Strategis SPBE sebesar 2,50, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencapai 4,00, serta Penyelenggara SPBE berada di angka 3,00.
Sedangkan, Domain Manajemen SPBE, Jepara meraih skor 3,00. Nilai tersebut berasal dari Penerapan Manajemen SPBE sebesar 3,13 dan Audit TIK yang berada pada angka 2,67.
“Adapun capaian tertinggi diraih pada Domain Layanan SPBE dengan nilai 4,31. Layanan Administrasi Pemerintahan Berbasis Elektronik mencatat skor 4,40, sedangkan Layanan Publik Berbasis Elektronik mencapai 4,17,” terangnya.
Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit) mengapresiasi peningkatan indeks SPBE tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mengintegrasikan layanan digital agar semakin mudah diakses oleh masyarakat.
“Ke depan, penguatan infrastruktur TIK, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengelolaan keamanan informasi dan data akan menjadi perhatian utama. Upaya perbaikan akan terus kami lakukan agar layanan digital benar-benar memberi manfaat nyata dan meningkatkan kepercayaan publik,” tuturnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa





























