KUDUS, Lingkar.news – Kasus pembegalan di Jalan Karangbener turut Dukuh Ngelo, Desa Karangbener, Kecamatan Bae sempat menghebohkan masyarakat Kabupaten Kudus.
Kasus pembegalan yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB dengan kondisi tangan korban mengalami luka tusuk cukup parah. Korban mendapatkan dua jahitan di bagian dalam dan delapan jahitan di bagian luar. Selain itu, sepeda motor milik korban juga berhasil dibawa kabur oleh pelaku begal tersebut.
Kejadian ini mendapat atensi dari anggota DPRD Kudus, Sandung Hidayat, yang juga merupakan warga Desa Karangbener. Ia menilai, aksi begal itu terjadi karena minimnya penerangan di area jalan tersebut.
“Sepanjang Jalan Raya Karangbener itu memang minim penerangan jadi rawan terjadi potensi tindak kejahatan,” kata Sandung, Kamis, 30 Oktober 2025.
Sebagai warga Karangbener, Sandung menjelaskan bahwa aktivitas masyarakat di area tersebut sebenarnya cukup ramai. Namun, karena penerangan minim, menimbulkan area tersebut menjadi rawan tindak kejahatan.
“Jalan Karangbener situ memang gelap. Jadi ketika kondisi tiba-tiba sedang sepi, itu bisa rawan terjadi tindak kejahatan,” ucapnya.
Sandung menyebut, Babinsa dan Bhabinkamtibmas sudah aktif rutin melakukan monitoring di area Desa Karangbener. Hanya saja, ketika kondisi sedang sepi, pelaku kejahatan bisa dengan mudah melancarkan aksinya.
“Karena ada kesempatan dan kondisi yang memang gelap jadi para pelaku mudah melakukan begal di area itu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sandung menyebut akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus untuk menindaklanjuti kondisi Jalan Raya Karangbener yang minim penerangan.
“Tentu kami akan segera koordinasi dengan Dishub supaya bisa ditindaklanjuti. Sehingga masyarakat yang melintas di area situ bisa merasa aman dan nyaman,” tandasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa






























