PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Dalam rangka percepatan penurunan stunting sekaligus implementasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang digagas oleh Kemendagri/BKKBN dan BAZNAS, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menggelar kegiatan Penyerahan Bantuan Paket Sembako di GOR Universitas Pekalongan, Jl. Singosari No. 3, Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Senin, 6 Oktober 2025.
Acara yang diikuti oleh sekitar 250 peserta ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Sekretaris Daerah, perwakilan Kemendagri, BKKBN Provinsi Jawa Tengah, OPD terkait, para camat se-Kota Pekalongan, Ketua TP PKK, BAZNAS, IPeKB/PKB Kota Pekalongan, serta 200 keluarga risiko stunting sebagai penerima manfaat.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Pekalongan untuk menekan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
“Alhamdulillah, hari ini ada kegiatan edukasi dan pencegahan stunting sekaligus penyerahan bantuan untuk 200 keluarga berisiko stunting. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, BKKBN Provinsi Jawa Tengah, dan Dinas Sosial P2KB yang terus bekerja keras dalam penanganan stunting,” tutur Balgis.
Ia menambahkan, bantuan sembako dari BAZNAS akan diberikan setiap minggu selama tiga bulan ke depan, dengan harapan mampu membantu pemenuhan gizi keluarga penerima manfaat.
“Pemkot akan terus melakukan pendampingan secara berkala dan ketat agar hasilnya benar-benar terlihat dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.
Terkait rencana pembentukan Rumah Sehat BAZNAS di Kota Pekalongan, Balgis menyatakan dukungan penuh.
“Kami sangat berharap Rumah Sehat BAZNAS bisa segera hadir di Kota Pekalongan. Kalau posyandu itu kan hanya sebulan sekali, tapi dengan Rumah Sehat BAZNAS, penanganan anak-anak stunting bisa lebih terarah, lebih intensif, dan hasilnya lebih optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Perwakilan BAZNAS RI, Purnomo Ponco Nugroho, mengatakan bahwa BAZNAS memiliki peran strategis dalam menyalurkan dana zakat untuk mendukung sektor kesehatan, salah satunya dalam program GENTING yang telah berjalan sejak 2024.
“Tahun lalu melalui Rumah Sehat BAZNAS kami telah membantu hampir 100 anak stunting dan ibu hamil melalui pemberian makanan bernutrisi olahan. Tahun ini kami memperluas bantuan dalam bentuk paket sembako dan edukasi pencegahan agar hasilnya lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, BAZNAS akan terus memperluas pelaksanaan program GENTING ke berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.
“Melalui Rumah Sehat BAZNAS, pemantauan kesehatan dilakukan setiap minggu dengan dukungan dokter, bidan, dan perawat. Anak-anak ditimbang secara rutin, sementara para ibu mendapat edukasi mengenai tumbuh kembang anak. Harapannya, semua pihak dari pusat hingga daerah dapat berkontribusi aktif menekan angka stunting nasional,” tambah Purnomo.
Dari sisi pelaksanaan daerah, Sekretaris Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Nur Agustina, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat sinergi di bawah arahan Wakil Wali Kota yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting.
“Ibu Wakil Wali Kota sangat berkomitmen terhadap berbagai upaya pencegahan dan penanganan stunting. Program ini diinisiasi oleh BKKBN Provinsi bersama BAZNAS, dan kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelaksanaannya berjalan baik,” jelasnya.
Menurut Agustin, pihaknya juga menyiapkan program kunjungan langsung (drop-in) ke lapangan secara bertahap guna memperkuat koordinasi di tingkat bawah.
“Saat ini penerima manfaat di Kota Pekalongan sudah mencapai 1.332 keluarga risiko stunting. Ini menunjukkan progres yang cukup baik. Ke depan kami akan melibatkan CSR perusahaan dan organisasi masyarakat agar penanganan stunting bisa semakin luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid





























