JEPARA, Lingkarjateng.id – Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jawa Tengah, Haizul Ma’arif, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mematuhi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah terkait rencana pembangunan peternakan babi di Kota Ukir.
Menurutnya, fatwa dari MUI dan PCNU Jepara yang sudah ada harus menjadi rujukan sebagai bagian dan konsistensi pimpinan daerah untuk mewujudkan visi-misi MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius).
Pria yang akrab disapa Gus Haiz itu menegaskan jangan sampai visi-misi tersebut ternodai dengan iming-iming investasi yang besar dan menggiurkan, tapi justru menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan di Jepara.
“Saya yakin Bupati Jepara tidak akan mengizinkan adanya peternakan babi di Jepara. Mudah-mudahan Pak Bupati betul-betul konsisten dalam menindaklanjuti fatwa yang ada,” kata Gus Haiz saat dihubungi pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Gus Haiz menambahkan, Kabupaten Jepara yang sudah memiliki kondisi yang baik dan religius harus terus dijaga.
“Mungkin reputasi politik pimpinan daerah juga dipertaruhkan. Pada prinsipnya kita sangat mendukung upaya investasi yang mudah di Jepara, namun harus selektif dalam memilih investasi yang ada di Jepara maupun Jateng,” katanya.
“Karena di Jateng ini mayoritas adalah muslim, sehingga kami berharap kepada pimpinan daerah di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi untuk tidak mengizinkan adanya peternakan babi. Apalagi ini skalanya internasional,” imbuhnya.
Pihaknya pun sangat mendukung jika ada investor yang ingin berinvestasi di bidang lain seperti mebel, dengan cara menjalin kemitraan bersama para UMKM di Jepara.
“Saya kira malah lebih bagus, karena selama ini belum ada. Dengan catatan harus tetap memberdayakan UMKM lokal,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid





























