SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah mendapat sorotan Gubernur Ahmad Luthfi lantaran terus mengalami kerugian.
Ia mengatakan pusat rekreasi dan ruang publik yang berada di Kota Semarang tersebut apabila tak kunjung berbenah, maka terancam akan ditutup secara permanen.
Hal itu disampaikan Luthfi saat memimpin rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Tengah Kota Semarang, Kamis 2 Juli 2026.
Ia menilai, PRPP yang masih dibawah naungan Aset badan usaha milik daerah (BUMD) Jateng itu seharusnya menjadi penopang pendapatan daerah, bukan justru membebani keuangan pemerintah. Sehingga, tidak ada alasan mempertahankan perusahaan daerah yang terus merugi.
“BUMD kita ini adalah salah satu aspek untuk menyehatkan pemasukan daripada Pemprov Jawa Tengah. BUMD kita yang rugi sudah saya ancam untuk gulung tikar. Untuk apa kita memelihara BUMD kalau tidak menghasilkan? Contoh misalkan PRPP, rugi terus, tutup aja bikin perusahaan lain,” kata Luthfi.
Sehingga ia menekankan agar seluruh aspek keuangan, aspek operasional, aspek administrasi, hingga tata kelola BUMD Jawa Tengah harus sehat untuk menopang pemasukan APBD Provinsi Jawa Tengah.
Meskipun demikian, Pemprov Jateng telah menyiapkan langkah untuk menyelamatkan PRPP. Salah satunya dengan mencari investor untuk mengelola tanah kosong seluas sekitar 20 hektare di kawasan tersebut.
Tanah tersebut, kata Luthfi, nantinya akan dimanfaatkan sebagai velodrome alias gelanggang yang bisa digunakan untuk kegiatan olahraga, mulai dari basket hingga futsal.
“Jadi PRPP ini tidak hanya untuk event Maerakaca tapi kita bikin Jateng Fair dan lain sebagainya. Termasuk di PRPP ini ada tanah sekitar 20 hektar memang sekarang lagi kita carikan investor untuk menjadi legacynya Provinsi Jawa Tengah,” katanya.
Pembangunan Sport Center juga jadi salah satu target pembangunan selanjutnya yang nantinya akan dilakukan koneksivitas dengan POJ atau Pearl of Java. Saat ditanya mengenai target pembangunan tersebut, pihaknya mengatakan akan fokus mencari investor terlebih dahulu.
“Jadi kita cari investor dulu supaya nanti PRPP tidak rugi-rugi terus. Ini lagi nyari belum ada target,”ungkapnya.
Luthfi mengungkapkan kerugian PRPP sudah terjadi sejak tahun 2024. Mengenai rencana penutupan, pihaknya belum bisa memastikan secara pasti dan ingin fokus pada penambahan pembangunan.
“Sejak saya masuk sudah rugi, berarti 2024 sudah rugi. Belum (ditutup), masih kita siasati kembali dengan cara kita bikin tata kelola, bikin event, dan mbangun lagi dengan velodrome atau Jawa Tengah Sport Center,” imbuhnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Sekar































