PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman menghadiri kegiatan penarikan sekaligus ekspose Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Pekalongan (Unikal) Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Kecamatan Karanganyar, Jumat, 3 Juli 2026 pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Universitas Pekalongan. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui program pengabdian kepada masyarakat.
“Universitas Pekalongan selalu menunjukkan perhatian terhadap perkembangan Kabupaten Pekalongan melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, pada periode ini mahasiswa KKN Tematik PPM diterjunkan di 30 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kedungwuni, Wonopringgo, Karanganyar, Kajen, dan Sragi. Atas kontribusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi kepada rektor, civitas akademika, dan seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi mendukung pembangunan daerah.
Sukirman menilai tema pengelolaan sampah yang diusung dalam KKN kali ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, persoalan sampah menjadi tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi.
Ia berharap berbagai program yang dijalankan mahasiswa dapat mendorong terwujudnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Dalam paparannya, ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Lingkungan Hidup terkait pengelolaan sampah regional.
Melalui kerja sama tersebut, akan dibangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Pekalongan. Sementara Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Pemalang akan menjadi pemasok sampah sebagai bahan baku yang diolah menjadi energi listrik.
“Kami berharap cita-cita mewujudkan Pekalongan, Kajen, Batang, dan Pemalang yang bersih dari sampah dapat tercapai,” katanya.
Selain menghadiri ekspose hasil KKN, Sukirman juga berdialog langsung dengan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa masukan objektif dari mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2027.
Menurutnya, pengalaman mahasiswa selama tinggal di desa memberikan gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat sehingga dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah rekomendasi, antara lain penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan pekarangan dan sistem aquaponik, keberlanjutan pembangunan PSEL, serta pentingnya edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah.
Sukirman berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi terus diperkuat melalui kritik, saran, maupun kajian ilmiah yang disampaikan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami sangat membutuhkan masukan, kritik, dan saran dari civitas akademika, para dosen, peneliti, maupun mahasiswa yang disampaikan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kemajuan Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Pekalongan Andi Kushermanto, mengatakan tema pengelolaan sampah dipilih karena perguruan tinggi dituntut mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari selesainya program kerja, tapi juga dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
“Kami berharap setelah KKN selesai, masyarakat memiliki cara pandang baru bahwa sampah memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan secara lebih baik,” ujarnya.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa juga mengembangkan berbagai inovasi pengolahan sampah yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi persoalan lingkungan di Kabupaten Pekalongan.
“Mahasiswa mengembangkan berbagai inovasi, seperti budidaya maggot, penggunaan insinerator, pemanfaatan sampah untuk mendukung peternakan ikan, serta berbagai bentuk pengolahan sampah lainnya,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar






























