Grobogan (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten Grobogan resmi menuntaskan proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dengan melantik lima pejabat pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pendapa Kabupaten Grobogan, Jumat (3/7).
Pelantikan tersebut menjadi akhir dari rangkaian seleksi terbuka yang sebelumnya diikuti para pejabat terbaik di lingkungan Pemkab Grobogan.
Sebanyak 15 peserta dinyatakan lolos hingga tahap akhir, dengan masing-masing jabatan diisi oleh tiga kandidat terbaik yang kemudian diserahkan kepada Bupati Grobogan selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk menentukan pejabat definitif.
Lima pejabat yang dilantik yakni Abdul Munib Susanto sebagai Kepala DPMPTSP, Wakid Mutowal sebagai Kepala Dinas Pertanian, dr. Yusriyani sebagai Direktur RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi, Widodo Joko Nugroho sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Grobogan, serta Kukuh Prasetyo Rusady sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan SDM.
Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan setiap OPD dipimpin oleh sosok yang memiliki kapasitas, integritas, dan kesiapan bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“Kegiatan pelantikan bukan sekadar mengisi jabatan yang kosong. Yang lebih penting adalah memastikan jabatan itu diisi oleh orang-orang yang siap bekerja dan siap memberikan hasil serta kontribusi besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Setyo menjelaskan, seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari proses penilaian oleh Panitia Seleksi hingga memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Ia juga menyoroti 3 pejabat dari internal perangkat daerah masing-masing, yakni Abdul Munib Susanto, Wakid Mutowal, dan dr. Yusriyani. Sebab, pengalamannya di instansi yang sama menjadi modal penting untuk langsung bekerja tanpa harus melalui masa adaptasi panjang.
“Panjenengan tidak perlu lagi waktu yang lama untuk beradaptasi. Saya menunggu langkah-langkah nyata dan percepatan kinerja. Dulu mungkin hanya membantu mengambil keputusan, sekarang saatnya menjadi pengambil keputusan sekaligus eksekutor,” ujarnya.
Bupati Setyo mengingatkan seluruh pejabat baru agar memandang jabatan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Jabatan adalah amanah. Jabatan bukan hadiah, bukan pula tujuan akhir. Yang dinilai masyarakat bukan berapa lama kita duduk di kursi jabatan, tetapi apa yang sudah kita berikan dan kerjakan selama mengemban amanah tersebut,” pungkasnya.***
Jurnalis : Ahmad Abror
Editor : Redaksi































