Semarang (lingkarjateng.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyalakan signal siaga darurat bencana kekeringan di sejumlah wilayah dalam menghadapi kemarau panjang tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro menerangkan bahwa kondisi musim kemarau di Kabupaten Semarang sebetulnya terjadi di minggu kedua bulan Mei lalu.
“Namun, di minggu kedua bulan Mei itu di Kabupaten Semarang masih terjadi hujan, meski akhirnya di akhir bulan Juni, hujan itu sudah mulai berkurang,” kata Alex, Selasa (7/7/2026).
Melalui Surat Keputusan yang ditanda tangani langsung oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, BPBD mengeluarkan surat edaran mengenai siaga darurat bencana kekeringan di Kabupaten Semarang.
“Surat itu sudah ditanda tangani dan disahkan sejak pertengahan bulan Juni lalu, dalam surat edaran informasi itu soal bencana kekeringan ditujukan untuk 19 camat yang ada di Kabupaten Semarang,” terangnya.
Dalam penanggulangan bencana kekeringan, BPBD Kabupaten Semarang sendiri sudah menyiapkan air bersih sebanyak 150 tangki atau setara dengan 750 ribu liter.
“Jadi ketika informasi kekeringan masuk ke kami, maka langsung kita kirimkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan,” sambung Alex kembali.
Alex menyebut pihaknya juga sudah melakukan mitigasi wilayah-wilayah mana saja di Kabupaten Semarang yang rawan terjadi bencana kekeringan.
“Diantaranya Kecamatan Pringapus, Kecamatan Bancak, Kecamatan Tuntang, Bringin, Kaliwungu, hingga Kecamatan Suruh, termasuk Kecamatan Tengaran. Semua sudah kami petakan wilayah mana-mana saja yang rawan bencana kekeringan,” ujarnya.
Termasuk wilayah Kecamatan Getasan, kata Alex, juga merupakan wilayah yang masuk mitigasi BPBD Kabupaten Semarang rawan terjadi bencana alam.
Alex mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Semarang untuk senantiasa peduli terhadap lingkungannya mengingat kemarau diprediksi oleh BMKG akan terjadi cukup panjang di tahun ini, yaitu lima sampai dengan tujuh bulan ke depan.
“Kami senantiasa mengimbau kepada warga Kabupaten Semarang untuk selalu peduli serta waspada terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan kerugian. Kalau kekeringan air saja itu masih memungkinkan kami untuk mengantisipasinya,” katanya.
Sementara itu, terkait dalam mengantisipasi kebakaran hutan atau kebakaran lahan, kata Alex, pihaknya telah bekerjasama melalui MoU dengan Perhutani contoh Hutan Penggaron.***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Redaksi





























