PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Lima kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Kabupaten Pekalongan menerima bantuan sarana produksi perikanan senilai total Rp60 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat.
Penyaluran bantuan ini merupakan program pelatihan optimalisasi manajemen bisnis perikanan yang diselenggarakan Baznas bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Pekalongan di Aula Dinlutkan, Kamis, 5 November 2026.
Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Pekalongan, Nashorin, mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendukung pemberdayaan ekonomi mustahik.
Melalui program ini, penerima manfaat tidak hanya mendapatkan dukungan sarana produksi, tetapi juga dibekali kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Nashorin menyebut bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, tetapi berupa benih ikan nila dan lele serta pakan ikan yang diharapak dapat menunjang kegiatan budi daya. Masing-masing kelompok memperoleh bantuan senilai Rp12 juta.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para penerima manfaat dapat meningkatkan kapasitas usaha budidaya ikan, sehingga mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan perekonomian kelompok,” terangnya.
Selain menerima bantuan sarana produksi, sekitar 20 perwakilan dari lima Pokdakan juga mengikuti pembekalan optimalisasi manajemen bisnis perikanan. Pelatihan tersebut mencakup peningkatan kemampuan pengelolaan usaha, mulai dari proses produksi hingga pengembangan bisnis.
Kepala Dinlutkan Kabupaten Pekalongan, Edy Prabowo, mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan sektor perikanan.
Menurutnya, pelatihan bagi kelompok pembudidaya ikan bukan kali pertama dilaksanakan. Sebelumnya, Dinlutkan Kabupaten Pekalongan juga pernah menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha perikanan.
Edy menilai, peningkatan keterampilan pelaku usaha perlu diperluas agar tidak hanya menyasar sektor budidaya ikan. Pengembangan kapasitas juga perlu menjangkau sektor perikanan tangkap, pengolahan hasil perikanan, hingga budidaya perikanan air payau.
“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya menyasar sektor budidaya, tetapi juga bisa dikembangkan ke sektor lainnya, seperti perikanan tangkap, pengolahan hasil perikanan, dan budidaya air payau,” katanya.
Adapun lima kelompok penerima bantuan berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan. Dua di antaranya berasal dari Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, yakni Pokdakan Sorban Satoe Djiwa dan Wicake Roso Dijogo dan Ati-ati.
Sementara tiga kelompok lainnya meliputi Pokdakan Minosari dari Desa Mrican, Kecamatan Sragi, Pokdakan Sepete Jayadesa dari Desa Legokgunung, Kecamatan Wonopringgo, serta Pokdakan Jati Kidul Lele dari Desa Wringinagung, Kecamatan Doro.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa

































