KENDAL, Lingkarjateng.id – Wakil Bupati (Wabup) Kendal, Benny Karnadi, memastikan Satuan Tugas Mineral Bukan Logam dan Batuan (Satgas MBLB) Kabupaten Kendal akan mengoptimalkan kinerja dalam pengawasan aktivitas pertambangan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kendal kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan pengawasan aktivitas pertambangan guna memperbaiki berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Sebagai Ketua Satgas MBLB Kendal, Benny mengatakan evaluasi dilakukan menyusul sejumlah dampak yang ditimbulkan aktivitas pertambangan galian C di berbagai wilayah, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan infrastruktur jalan, hingga keluhan masyarakat sekitar area tambang.
“Kami sudah diingatkan oleh Bapak Kapolres dan Ketua DPRD Kendal bahwa Satgas MBLB harus bekerja maksimal untuk mengatasi persoalan aktivitas dan dampak yang ditimbulkan oleh galian C di Kendal. Insyaallah ke depan kami akan bekerja lebih baik lagi,” ujar Benny, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Benny, belum maksimalnya kinerja Satgas MBLB tidak terlepas dari kurang optimalnya proses evaluasi yang semestinya dilakukan sejak awal. Kondisi tersebut menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan sektor pertambangan.
“Ini menjadi kesalahan kami juga karena tidak melakukan evaluasi sejak awal. Tetapi yang paling penting sekarang kami sudah berkoordinasi untuk melakukan langkah-langkah yang lebih baik,” katanya.
Benny menilai persoalan pertambangan harus ditangani secara komprehensif karena melibatkan berbagai aspek, mulai dari tata kelola perizinan, pelaksanaan operasional tambang, hingga dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan masyarakat.
“Persoalan tambang ini bukan persoalan yang sederhana. Dari hulu sampai hilir harus kita evaluasi bersama,” tegasnya.
Benny menegaskan aktivitas pertambangan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan tambang. Manfaat tersebut tidak hanya berupa peningkatan ekonomi warga, tetapi juga perbaikan infrastruktur di wilayah terdampak.
“Kami sudah sampaikan bahwa masyarakat yang di daerahnya terdapat aktivitas tambang harus menjadi masyarakat yang kondisi infrastrukturnya lebih baik dan ekonominya meningkat. Tambang harus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ungkap Benny.
Selain memberikan dampak positif bagi masyarakat, sektor pertambangan juga diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi.
Peningkatan pendapatan tersebut nantinya diharapkan dapat kembali dirasakan oleh masyarakat, terutama yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan.
“Dengan adanya tambang, optimalisasi pajaknya juga harus meningkat sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat, khususnya yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid





























