KENDAL, Lingkarjateng.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal turut menggandeng DPRD Kabupaten Kendal dalam mendorong tata kelola pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.
Salah satunya melalui kegiatan restocking atau penebaran benih ikan di perairan umum Desa Blimbing, Kecamatan Boja, Rabu 5 Agustus 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo, anggota DPRD Kendal Khasanudin, Nuril Mujib dan Fathur Rahman.
Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo mengatakan pada kegiatan restocking tersebut sebanyak 10.000 ekor benih ikan ditebar di perairan umum. Benih yang dilepas terdiri dari ikan Nilem dan Tawes.
“Jenis ikan yang ditebar disesuaikan dengan ekosistem perairan umum di Desa Blimbing agar mampu tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Hudi menjelaskan, restocking merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memulihkan sekaligus meningkatkan populasi ikan di perairan umum seperti sungai, waduk, danau, embung, atau rawa.
“Restocking ikan ini tujuannya untuk memulihkan populasi ikan yang menurun akibat penangkapan berlebih atau kerusakan habitat, meningkatkan produksi perikanan tangkap di perairan umum, menjaga kelestarian sumber daya ikan dan keseimbangan ekosistem perairan,” ungkap Hudi.
Selain itu, restocking juga bertujuan mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan ketersediaan sumber protein ikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan perairan umum.
“Harapannya, melalui kegiatan ini populasi ikan di perairan umum semakin melimpah sehingga hasil tangkapan nelayan dapat meningkat secara berkelanjutan. Di sisi lain, keanekaragaman hayati di perairan juga tetap terjaga,” jelasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kendal, Khasanudin mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah konkret legislatif khususnya Fraksi PKB, bersama DKP Kendal dalam menjaga ekosistem sungai sekaligus mengoptimalkan potensi sektor perikanan darat.
“Kita tahu Kecamatan Boja memiliki karakteristik wilayah atas dengan potensi sumber air yang melimpah. Saat ini Pemerintah Desa Blimbing juga mendapatkan Program Budidaya Perikanan Tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karena itu, menjaga ekosistem dan mengoptimalkan potensi perikanan darat serta budidaya air tawar menjadi sangat penting, termasuk menjaga kelestarian hulu sungai,” katanya.
Ia berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar potensi perikanan air tawar di Kabupaten Kendal berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Kecamatan Boja memiliki potensi sumber daya air yang besar sehingga perlu dikelola secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar
































