BLORA, Lingkarjateng.id – Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Blora per Juli 2026 mencapai 86.488,57 ton atau 64,97 persen dari total alokasi 133.110,70 ton.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Sofwan Rifa’I, mengatakan data tersebut merupakan realisasi distribusi ke petani yang telah melalui validasi Kementerian Pertanian (Kementan).
“Dari total alokasi SK Dinas sebesar 133.110,70 ton, hingga akhir Juli masih terdapat sekitar 46.622,13 ton atau 35,03 persen yang belum ditebus petani,” ujar Sofwan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Jenis pupuk subsidi yang paling banyak tersalurkan yakni jenis Urea, yakni 41.807,38 ton atau 61,48 persen dari alokasi 68.000 ton. Sementara itu, pupuk NPK Phonska dari alokasi 58.500 ton telah tersalurkan 39.732,95 ton atau 67,92 persen.
Selanjutnya, untuk pupuk Organik Granul, dari alokasi 6.500 ton sudah tersalurkan 4.919,69 ton atau 75,69 persen. Adapun pupuk Amonium Sulfat (ZA) memiliki alokasi 110,70 ton, dengan realisasi penyaluran 28,54 ton atau 25,78 persen.
Sofwan mengungkapkan penyaluran pupuk bersubsidi selama periode 1 hingga 30 Juli 2026 mencapai 11.516,60 ton, terdiri atas 6.165 ton Urea, 5.025,50 ton NPK Phonska, 250 ton Organik, dan 76,10 ton ZA.
Adapun pupuk bersubsidi disalurkan melalui kios atau pelaku usaha resmi yang telah ditunjuk pemerintah. Penyaluran besaran alokasi di masing-masing kecamatan mengacu pada SK Dinas, sedangkan realisasi atau penyaluran ke petani merupakan hasil validasi Kementan.
Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong percepatan penebusan pupuk bersubsidi, agar seluruh alokasi dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan musim tanam.
“Dengan penyaluran yang tepat sasaran, diharapkan kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Blora tetap terjaga,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa


































