SALATIGA, Lingkarjateng.id – Tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngronggo, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga yang telah menggunung selama puluhan tahun menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga. Langkah penanganan pun disiapkan agar TPA tidak overload.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menegaskan upaya mengatasi persoalan sampah yang telah menumpuk selama puluhan tahun tidak cukup dilakukan di hilir. Penanganan harus dibarengi pengurangan sampah dari sumbernya.
“Kami telah menggandeng sejumlah tenaga ahli dan konsultan untuk mencari solusi penanganan timbunan sampah di TPA Ngronggo. Pemerintah kota akan berusaha memusnahkan sampah di Ngronggo,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Rabu malam, 24 Juni 2026.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan langkah penanganan tersebut sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam mengurangi volume sampah yang dihasilkan setiap hari.
Menurutnya, penanganan sampah harus dilakukan secara seimbang antara hulu dan hilir.
Jika timbunan sampah di TPA berhasil dikurangi, maka produksi sampah dari rumah tangga juga harus ditekan agar persoalan yang sama tidak kembali terulang.
“Namun upaya ini tidak akan berarti apabila sampah terus bertambah. Harus ada keseimbangan antara hulu dan hilir. Jika di hilir sampah sudah kita tangani, maka dari hulunya juga harus dihentikan, terutama sampah organik melalui program stop sampah organik dari sumbernya,” tegasnya.
Robby menilai, pengurangan sampah organik dari sumbernya menjadi langkah penting karena jenis sampah tersebut mendominasi volume sampah yang masuk ke TPA setiap hari.
“Dengan pengelolaan sejak tingkat rumah tangga, beban pengolahan sampah di tingkat kota dapat berkurang secara signifikan,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar





























