Jepara (lingkarjateng.id) – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, mulai menunjukkan progres nyata.
Salah satu sasaran fisik utama berupa renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kini telah memasuki tahap awal pembangunan dengan diawali pembongkaran rumah milik warga penerima manfaat.
Di bawah koordinasi Kodim 0719/Jepara, puluhan personel Satgas TMMD bersama warga bergotong royong membongkar bangunan lama yang kondisinya sudah tidak layak huni.
Dandim 0719/Jepara, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi, mengatakan bahwa pembangunan RTLH menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak.
Menurutnya, seluruh proses dikerjakan secara gotong royong dengan mengedepankan efisiensi. Material bangunan yang masih dalam kondisi baik dipilah dan dimanfaatkan kembali agar dapat menghemat penggunaan anggaran, tanpa mengurangi kualitas hasil pembangunan.
“Setiap material yang masih layak digunakan kembali kami pisahkan. Cara ini menjadi bentuk efisiensi sekaligus memaksimalkan anggaran agar pembangunan dapat berjalan optimal,” ujar Dandim.
Setelah bangunan lama selesai dibongkar, lanjut Dandim, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembersihan lokasi, penggalian fondasi, pemasangan struktur bangunan, hingga proses penyelesaian rumah agar dapat segera ditempati oleh pemiliknya.
“Semoga program RTLH dalam TMMD Sengkuyung Tahap III ini mampu menghadirkan hunian yang lebih sehat, kokoh, dan aman bagi keluarga penerima manfaat,” katanya.
Melalui program TMMD, Kodim 0719/Jepara tidak hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan menjadi wujud nyata kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. ***
Jurnalis : Tomi Budianto
Editor : Redaksi































