SEMARANG, Lingkarjateng.id – Seorang pemuda berinisial CTR (20) menjadi korban pembacokan di depan rumahnya di kawasan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, pada Selasa, 21 Juli 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.
Korban mengalami luka serius di bagian telinga kiri hingga nyaris putus dan harus menjalani perawatan di RSUP dr. Kariadi Semarang.
Peristiwa itu terekam lewat kamera CCTV dan beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pria diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam, sementara seorang pria lainnya berusaha melerai.
Kakak korban, YA (35) mengatakan insiden bermula saat adiknya keluar rumah untuk membeli minuman.
Saat itu, dua pria berboncengan sepeda motor diduga sudah mengintai korban. Salah seorang di antaranya disebut membawa senjata tajam jenis celurit.
“Jam 3 pagi adik saya keluar mau beli minum. Di belakang sudah ada dua orang berboncengan motor. Yang dibonceng itu bawa senjata tajam,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurutnya, pelaku yang membawa celurit turun lebih dulu dan sempat mencoba menyerang teman korban namun serangan tersebut berhasil dihindari.
“Awalnya dia menyerang teman adik saya, tapi tidak kena,” katanya.
Pelaku kemudian mengarahkan serangannya kepada CTR hingga mengenai telinga kiri korban.
“Setelah itu dia menyerang adik saya. Kena di bagian telinga sebelah kiri sampai berdarah,” ungkapnya.
Usai melakukan penyerangan, kedua pelaku langsung melarikan diri. Teman korban kemudian membawa CTR ke RSUP dr. Kariadi untuk mendapatkan penanganan medis.
“Setelah kena bacok, pelakunya langsung kabur. Adik saya dibawa temannya ke Kariadi,” ujarnya.
YA menyebut luka yang dialami adiknya cukup serius. Bahkan, ia menyebut telinga kiri korban nyaris putus akibat sabetan senjata tajam.
“Sampai hampir putus telinganya,” ucapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena membenarkan adanya laporan terkait kasus tersebut. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap maupun identitas pelaku.
“Benar, keluarga korban baru membuat laporan dan saat ini masih dalam penanganan. Nanti akan kami jelaskan kronologinya,” kata Andika.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Sekar
































