BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Batang menunggu keputusan pemerintah pusat terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Willopo, mengatakan dokumen Kelengkapan Kriteria Kesiapan (readiness criteria) pembangunan sudah memasuki tahap akhir. Pemerintah tinggal menyelesaikan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
“Untuk Andalalin sudah ada SPK dan SPMK, sehingga proses penyusunannya sudah berjalan. Harapannya pada akhir Agustus dokumen Andalalin bisa selesai,” ujarnya pada Rabu, 22 Juli 2026.
Sedangkan untuk penyusunan dokumen AMDAL masih berjalan. Saat ini dokumen tersebut telah melalui dua kali proses reviu dan selanjutnya memasuki tahapan lelang.
“Untuk AMDAL sudah direviu dua kali. Mudah-mudahan segera masuk proses lelang sehingga seluruh persyaratan bisa segera terpenuhi,” ujarnya.
Selain penyelesaian dokumen administrasi, Pemkab Batang juga mematangkan kesiapan lahan. Bangunan yang sebelumnya ada di calon lokasi Sekolah Rakyat itu telah dibongkar dan perataan tanah telah rampung.
“Lokasinya sudah diratakan. Insyaallah lahannya sudah siap, tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat,” jelas Willopo.
Pemerintah Kabupaten Batang terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, baik di tingkat pusat maupun Balai Pelaksana di Semarang, guna memantau perkembangan proses pembangunan.
Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera dimulai sehingga mampu memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Pihaknya meyakini pembangunan dapat dimulai pada tahun 2026 ini setelah seluruh tahapan administrasi dan proses dari pemerintah pusat selesai.
“Kami terus berkoordinasi dengan kementerian. Tinggal menunggu proses dari pusat. Insyaallah, bismillah, tahun ini pembangunan Sekolah Rakyat di Batang dapat dimulai,” pungkasnya.
Adapun Sekolah Rakyat di Batang diproyeksi dapat menampung sekitar 300 peserta didik. Program ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa































