BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menyiapkan ajang sprint rally berskala nasional yang akan digelar di lintasan kawasan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan sport tourism sekaligus memperkenalkan fasilitas olahraga yang dimiliki Kabupaten Batang.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengatakan lintasan yang berada di dalam kawasan KITB memiliki panjang yang dinilai potensial untuk menjadi lokasi kegiatan olahraga otomotif tingkat nasional.
“Dalam waktu dekat, Batang bersiap menggelar ajang skala nasional sprint rally yang memanfaatkan lintasan di kawasan Kawasan Industri Terpadu Batang,” katanya saat memimpin Apel Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat, 18 September 2026.
“Kita punya trek di dalam KITB ini yang terpanjang yang pernah ada, sehingga kita harapkan ini benar-benar menjadi sport tourism, menjadi destinasi orang untuk melakukan aktivitas-aktivitas ini,” sambungnya.
Menurutnya, pengembangan olahraga di Batang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aktivitas fisik masyarakat. Pemerintah daerah juga ingin menjadikan fasilitas olahraga sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata.
Faiz mengatakan pihaknya juga menargetkan dapat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dalam lima tahun mendatang. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah daerah terus menyiapkan sarana yang dapat digunakan masyarakat maupun atlet.
Ia menilai budaya olahraga di tengah masyarakat masih perlu diperkuat. Menurutnya, penyediaan fasilitas publik yang mendukung aktivitas fisik menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk mendorong kebiasaan tersebut.
“Pemkab Batang tengah menyiapkan sarana yang ramah untuk aktivitas fisik, mulai dari pembenahan trotoar, ruang terbuka hijau, jogging track, lapangan, hingga arena panjat tebing. Yang ini semoga semakin menunjang culture yang ada di masyarakat sehingga terbentuk itu tadi, output-nya adalah quality of life, kualitas hidup,” jelasnya.
Ia berharap pengembangan infrastruktur olahraga tersebut tidak berhenti pada pemanfaatan oleh warga, tapi juga mengarahkannya untuk menciptakan kegiatan yang mampu menarik pengunjung dari luar daerah.
Jurnalis: Fahri Alakbar
Editor: Muslichul Basid
































