SEMARANG, Lingkarjateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyoroti kesenjangan kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri yang dinilai jadi salah satu pemicu angka pengangguran tinggi.
“Mismatch antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri menjadi salah satu faktor utama. Banyak lulusan yang belum siap masuk ke dunia kerja karena keterampilannya belum sesuai,” ujarnya.
Saleh menilai persoalan tersebut perlu direspons melalui penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan kerja yang lebih terarah. Ia juga mendorong kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menyusun kurikulum berbasis kebutuhan industri.
Pihaknya juga menekankan pentingnya penguatan program penempatan tenaga kerja serta peningkatan akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat.
“Kita perlu solusi yang komprehensif dan berkelanjutan agar persoalan pengangguran ini bisa teratasi,” pungkas Ketua DPD Partai Golkar Jateng tersebut.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
































