SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyatakan tata kelola keuangan harus diperbaiki meski telah mendapat penilaian opini wajar tanpa pengecualian terhadap laporan keuangan tahun 2025.
Dalam rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (LPAPBD) Tahun Anggaran 2025 di Surakarta pada Jumat, 3 Juli 2026 malam, Robby menegaskan bahwa kualitas tata kelola pemerintahan harus ditingkatkan.
“Meski berhasil mempertahankan opini WTP, masih terdapat berbagai aspek yang perlu disempurnakan dalam pelaksanaan APBD. Karena itu, kami berkomunikasi untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan,” katanya dalam keterangan pada Sabtu, 4 Juli 2026 malam.
Robby berharap pembahasan Rancangan LPAPBD 2026 bersama DPRD Badan Anggaran DPRD Salatiga dapat menghasilkan masukan dan rekomendasi yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Salatiga Kembali Raih Opini WTP dari BPK, Robby Akui APBD 2025 Masih Perlu Penyempurnaan
Laporan pertanggungjawaban APBD menjadi bentuk akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat atas pengelolaan anggaran yang telah dipercayakan.
Pihaknya juga menegaskan bahwa setiap anggaran yang dikelola pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Lebih daripada itu, laporan ini menggambarkan bagaimana setiap rupiah yang dipercayakan masyarakat telah diupayakan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan layanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan perekonomian daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Salatiga,” ujarnya.
Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, mengatakan pembahasan Raperda LPAPBD merupakan tahapan yang diamanatkan peraturan perundang-undangan sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.
“Pembahasan tidak hanya menitikberatkan pada laporan keuangan, tetapi juga mengevaluasi capaian kinerja pemerintah daerah serta kondisi kinerja fiskal selama tahun anggaran 2025,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa




























