KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi berbagai inovasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) XXVIII Universitas Semarang (USM) yang dipraktikkan di Kendal.
Hasil karya mahasiswa itu dipamerkan dalam acara Expo KKN-PPM XXVIII USM di Alun-Alun Kendal. Inovasi para mahasiswa USM itu merupakan hasil kreativitas selama menjalankan KKN di desa/kelurahan di Kecamatan Kendal dan Brangsong.
Bupati Tika mengaku terkesan dengan beragam produk dan inovasi yang ditampilkan mahasiswa, terutama karena dikembangkan dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal.
“Saya tidak menyangka inovasi yang dihasilkan begitu luar biasa. Mulai dari pemanfaatan potensi lokal, aplikasi untuk membantu mengukur stunting dari handphone, deteksi dini bencana, hingga pengolahan sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomis menjadi paving blok dan lainnya. Semua ini sangat bermanfaat dan dapat membantu pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing,” ungkapnya saat mengunjungi expo pada Senin, 20 Juli 2026.
Pihaknya pun menyambut baik penyelenggaraan Parade Expo KKN-PPM XXVIII dan mengapresiasi kontribusi Universitas Semarang dalam mendampingi masyarakat melalui program pengabdian.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Universitas Semarang. Hari ini kita disuguhkan berbagai hasil inovasi mahasiswa KKN yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, program KKN tidak hanya menjadi sarana mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi media pembelajaran secara langsung bersama masyarakat.
“Program KKN bukan hanya soal menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus. Yang tidak kalah penting, mahasiswa dapat belajar langsung dari masyarakat, memahami persoalan di lapangan, kemudian bersama-sama menghadirkan solusi yang bermanfaat. Inilah nilai penting dari pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Bupati berharap inovasi yang dihasilkan mahasiswa selama KKN dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga mendorong kemandirian desa dan mendorong kesejahteraan.
Expo KKN-PPM XXVIII USM tersebut mengusung tema “Integrasi Peningkatan Perekonomian Masyarakat dan Mitigasi Bencana Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.
Inovasi yang dipamerkan meliputi pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, olahan ikan bandeng menjadi abon, pemanfaatan sampah menjadi paving blok, alat press plastik, hingga inovasi deteksi dini dan pencegahan banjir.
Tak hanya itu, mahasiswa juga memperkenalkan aplikasi berbasis telepon pintar untuk membantu deteksi dan pengukuran stunting di masyarakat.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Semarang (USM), Prof. Dr. Ir. Haslina, mengatakan KKN-PPM tahun ini mengusung konsep “Satu Mahasiswa, Satu Produk”, sehingga setiap mahasiswa didorong menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Melalui konsep satu mahasiswa satu produk, banyak inovasi yang dihasilkan dan hasilnya luar biasa. Ada pengolahan limbah, bandeng yang diolah menjadi abon, hingga inovasi deteksi untuk mencegah banjir. Ini merupakan bukti nyata karya mahasiswa yang lahir dari kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti setelah program KKN selesai, tetapi dapat diadopsi dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat maupun pemerintah desa.
“Kami berharap sinergi Universitas Semarang dengan Kabupaten Kendal semakin kuat. Ke depan kita bisa berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, mulai dari riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga program-program lainnya. Mahasiswa juga kami harapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa solusi bagi persoalan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa































