Blora (lingkarjateng.id) – Pembangunan gedung program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora mulai dibangun. Saat ini telah memasuki tahap penyiapan lahan.
Memasuki minggu ke-empat, pengerjaan pembangunan kampus tersebut berjalan cukup cepat. Pada progres minggu ke-tiga realisasi penyiapan lahan mencapai 65,7 persen. Capaian tersebut jauh melampaui progres yang direncanakan, yakni sekitar 9,6 persen.
Konsultan Pengawas proyek pematangan lahan tersebut, Sudibyo, mengatakan pekerjaan sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Bahkan, progres di lapangan menunjukkan deviasi positif sekitar 57 persen dibandingkan rencana yang telah ditetapkan.
“Kontraknya 62 hari dan sekarang sudah masuk minggu keempat. Akhir minggu ketiga progresnya 65,7 persen, sedangkan rencana baru 9,6 persen. Jadi cukup jauh di atas target,” ujar Sudibyo, Rabu (16/09/2026).
Dikatakan, pekerjaan tahap awal tersebut meliputi penyiapan lahan, timbunan, hingga pondasi. Ia menyebutkan total volume timbunan mencapai sekitar 7.474,8 meter kubik, dengan luas lahan yang disiapkan sekitar 7.200 meter persegi.
Lebih lanjut, material timbunan yang digunakan berupa grosok atau agregat setara kelas B. Material tersebut didatangkan dari wilayah Rembang dan telah mendapat persetujuan pemilik pekerjaan.
Untuk pekerjaan penyiapan lahan tersebut, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp1,8 miliar.
Sudibyo menjelaskan, percepatan pekerjaan terutama didukung banyaknya item timbunan serta ketersediaan armada pengangkut material. “Item utamanya memang timbunan. Ketika material tersedia, armada pengangkut juga bisa langsung bergabung sehingga pekerjaan di lapangan lebih cepat,” jelasnya.
Meski progres dikebut, kualitas material tetap menjadi perhatian. Penimbunan dilakukan secara bertahap dalam dua lapisan dengan ketebalan masing-masing sekitar 30 hingga 50 sentimeter. Setiap lapisan dipadatkan dan menjalani pengujian kepadatan.
Pengujian dilakukan bersama tim laboratorium UNY. Berdasarkan hasil sementara, material dan tingkat pemadatan dinyatakan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.
“Setiap layer dipadatkan kemudian dites. Hasil pengujian dari Lab UNY semuanya memenuhi, bahkan ada yang di atas spesifikasi,” terang Sudibyo.
Dia menegaskan, material yang tidak sesuai ketentuan akan ditolak. Pengawasan juga dilakukan untuk memastikan material yang digunakan sesuai dengan pengajuan yang telah disetujui. “Kalau material urukan tidak sesuai spesifikasi, pasti kami tolak,” tegasnya.
Sementara itu, material hasil galian pondasi tidak digunakan kembali sebagai bahan timbunan. Material tersebut hanya diratakan di lokasi pekerjaan.
Hingga saat ini, pihaknya memastikan belum ditemukan material timbunan yang tidak sesuai pengajuan. Pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh pekerjaan penyiapan lahan rampung sesuai spesifikasi.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Adi Arfian






























