Blora (lingkarjateng.id) – Mbah Samijah (71), Warga Desa Gagakan, Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, hingga saat ini masih hidup sebatang kara dengan kondisi rumah tidak layak huni. Hal itu terungkap saat Polsek Sambong menyambangi rumah tersebut, Jumat (11/09).
Kondisi rumah Samijah nyaris rubuh, rumah berukuran 8×8 itu memiliki kondisi lantai tanah, penyangga bangunan mulai rapuh dan reyot, sedangkan sejumlah genteng bocor ketika hujan turun.
Bahkan, dinding rumah yang digunakan berlindung terbuat dari anyaman bambu, sebagian telah lapuk dimakan usia. Sementara bagian yang rusak hanya ditutup menggunakan kain bekas hingga lembaran plastik, agar angin malam tak masuk lebih bebas.
Samijah kini tinggal seorang diri. Dari empat anaknya, salah seorang bernama Pridasi telah meninggal dunia. Sementara tiga anak lainnya, Marni tinggal di Rembang, Kasri di Purbalingga, dan Parji di Kecamatan Cepu.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Samijah mengandalkan bantuan dan uluran tangan warga serta dukungan dari anak-anaknya.
“Sejak kecil saya di sini, Mas. Anak saya empat, tetapi yang paling tua sudah meninggal. Anak dari yang meninggal itu satu sudah berkeluarga, sedangkan adiknya yang kembar mengalami difabel,” ujar Samijah.
Di tengah kondisi tersebut, Samijah berharap mendapat bantuan program bedah rumah agar dapat tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan nyaman.
“Semoga bantuan serupa juga dapat menyentuh rumah saya. Di usia senja ini, saya berharap bisa memiliki tempat tinggal yang layak. Sehingga tidak lagi harus bertahan di rumah berlantaikan tanah dengan dinding bambu yang mulai lapuk,” lirihnya.

Keprihatinan serupa juga terlihat di rumah sebelahnya. Mutiroh, istri almarhum Pridasi atau anak dari Samijah. Mutiroh menantu Samijah itu tinggal bersama dua anaknya yang mengalami disabilitas sejak kecil.
Kondisi kedua keluarga tersebut mendapat perhatian jajaran Polsek Sambong yang menyambangi kediaman Samijah dan Mutiroh untuk melihat langsung kehidupan mereka. Sekaligus memberikan bantuan sembako.
“Kami mendapat informasi mengenai kondisi kedua keluarga ini. Sangat memprihatinkan, baik kondisi Bu Samijah maupun menantunya, Mutiroh,” kata Kapolsek Sambong, AKP Subardi, disela-sela menyambangi rumah Mbah Samijah.
Sebagai bentuk kepedulian, jajaran Polsek Sambong menyerahkan bantuan sembako kepada Samijah dan menantunya. “Hari ini kami memberikan sedikit rezeki dan sembako. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Gagakan Joko mengatakan pemerintah desa memiliki program bantuan bedah rumah bagi warga yang membutuhkan. Namun, pihaknya belum mengetahui secara detail rincian anggaran maupun daftar penerima bantuan tersebut.
Ia menyebutkan pada tahun sebelumnya terdapat sekitar lima rumah warga yang mendapat bantuan bedah rumah melalui Bantuan Provinsi (Banprov). Sementara tahun ini terdapat sekitar 11 rumah yang mendapat bantuan melalui usulan aspirasi.
“Seingat saya, tahun kemarin ada lima bedah rumah. Tahun ini sebanyak 11 rumah. Untuk detail titik-titik penerimanya dan anggarannya, Pak Wo (kepala dusun) yang lebih mengetahui,” katanya.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Adi Arfian































