Blora (lingkarjateng.id) – Dampak kebijakan efisiensi dan keterbatasan anggaran, banyak cabang olahraga di Kabupaten Blora harus menggunakan anggaran secara mandiri untuk berlaga di POPDA Jateng 2026.
Bahkan, tahun ini untuk atlet pencak silat usia pelajar Kabupaten Blora, absen pada event tersebut. Adanya efisiensi berdampak pula pada anggaran dalam mendukung kepesertaan POPDA.
“Tahun ini, pemberangkatan peserta lomba di POPDA Jateng didominasi oleh cabang olahraga (Cabor) dengan menggunakan anggaran secara mandiri,” kata Kabid Pemuda dan Olahraga, Dinporabudpar Blora, Susilo, Kamis (03/09/2026).
Sehingga Dinporabudpar hanya memfasilitasi pemenuhan persyaratan administrasi untuk mengikuti perlombaan. “Karena keterbatasan anggaran, kita hanya fokuskan untuk Cabor yang berpeluang mendapatkan medali,” ujarnya.
Susilo mengatakan, dengan Keterbatasan tersebut mengakibatkan Dinporabudpar hanya memilih lima Cabor unggulan yang yang berpeluang mendapatkan medali yang difasilitasi dari Pemkab, yaitu dayung, angkat besi, panjat tebing, menembak dan atletik.
“Untuk Cabor yang lainnya tetap kita berikan support secara merata dengan nominal yang sangat minim, dan mayoritas Cabor berangkat secara mandiri,” katanya.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya, kita mampu mengadakan seleksi tingkat kabupaten untuk semua Cabor sampai dengan memberangkatkan peserta ke tingkat provinsi. Sebab anggarannya cukup memadai yaitu sebesar Rp 600 juta,” sambung Susilo.
Lebih lanjut, terkait absennya kepesertaan pencak silat di POPDA Jateng 2026, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Blora. Namun pihak IPSI menyatakan absen dalam POPDA tahun ini.
“Sudah kita tawarkan bantuan administrasi dan ada support sedikit dari Pemkab, karena keterbatasan tadi. Namun pihak IPSI menyatakan tidak ikut dalam POPDA tahun ini,” ungkapnya.
Disisi lain terkait hibah Pemkab ke Cabor melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora, Susilo menjelaskan tahun ini terdapat sekitar Rp5,4 miliar yang diserahkan ke KONI Blora.
“Ada hibah Rp 5, 4 miliar, digunakan untuk pembinaan 47 Cabor dan untuk kegiatan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) tahun ini,” terangnya.
Ditambahkan, terkait kepesertaan atlet Kabupaten Blora di Porprov Jateng 2026, dipastikan lebih banyak Cabor yang mengikuti. Pasalnya KONI yang akan mengakomodir semua kebutuhan Atlet. “Porprov dipastikan lebih banyak, bahkan pencak silat dipastikan ikut,” katanya.
Sementara itu, anggota IPSI Blora bidang organisasi, Rengga Wahana, mengatakan dirinya tidak mengetahui keputusan ketua IPSI Blora yang tidak mengirimkan atlet dalam POPDA Jateng 2026. Sebab di tahun sebelumnya atlet Pencak Silat pelajar, dipastikan berlaga di event tersebut.
Sebagai informasi, Kabupaten Blora mengirim 213 atlet dari 17 Cabor ke POPDA Jateng 2026. Di antaranya Dayung, atletik, angkat besi, menembak, voli indoor, voli pasir, wushu, tinju karate, renang, Judo, taekwondo, tenis meja, panjat tebing, bulu tangkis, panahan dan gulat.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Adi Arfian































