KUDUS, Lingkarjateng.id – Dua sungai yang kerap memicu banjir di lahan pertanian Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus mulai dinormalisasi. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus bersama Pemerintah Desa Gulang, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Normalisasi difokuskan pada Sungai Togot dan Sungai Sutriman yang selama ini kerap meluap saat debit air meningkat sehingga menggenangi area persawahan. Proses pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua pekan.
Sekretaris BPBD Kabupaten Kudus, Syarif Hidayah, mengatakan normalisasi meliputi pendalaman alur sungai, pelebaran badan sungai, peninggian tanggul, hingga pembangunan tanggul baru.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air menuju Kolam Retensi sehingga tidak lagi melimpas ke areal pertanian.
“Aliran Sungai Togot dan Sungai Sutriman ini sendiri arahnya menuju daerah irigasi Kedung Upit lalu masuk ke wilayah sekitar Pasar Doro, kemudian masuk ke aliran sungai di Jalan Lingkar Tenggara. Selanjutnya sekitar 24 kilometer masuk ke Sungai Jumirah menuju ke Kolam Retensi di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati,” paparnya, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Syarif, normalisasi dua sungai tersebut menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan upaya mendukung program ketahanan pangan.
Ia mengatakan selama ini banjir yang berulang menyebabkan produktivitas lahan pertanian di Desa Gulang belum optimal.
“Prospek kami, setelah ada normalisasi ini, Masa Tanam (MT) petani di Desa Gulang bisa bertambah. Jika setahun biasanya hanya ada satu kali MT, harapannya nanti bisa bertambah jadi dua kali,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat pemerintah daerah harus menetapkan skala prioritas dalam penanganan sungai yang membutuhkan normalisasi.
“Sebenarnya ada 12 sungai yang harus segera dinormalisasi untuk menangani masalah banjir di beberapa wilayah. Tapi kami dahulukan sungai di Desa Gulang karena untuk meningkatkan produktivitas pertanian,”tutupnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid





























