SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pembangunan sejumlah ruas jalan di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) ditunda imbas adanya efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengungkapkan bahwa meski ada penundaan pembangunan jalan yang menggunakan DAK dan DAU, namun pemeliharan jalan rusak akan tetap dilakukan.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan tetap melakukan pemeliharaan jalan seperti jalan berlubang yang banyak terjadi di jalur pantura Jateng.
“Jadi untuk pemeliharaan jalan ini juga sudah ditargetkan agar pada lebaran besok sudah bagus untuk dilewati,” katanya saat dihubungi pada Kamis, 13 Februari 2025.
Lebih lanjut, Hanung mengungkapkan bahwa salah satu pembangunan jalan yang ditangguhkan akibat efisiensi anggaran di Jawa Tengah adalah rute Parakan-Patean.
“Jadi itu pembangunan yang harus menyelesaikan satu ruas tuntas dengan dana sekitar Rp 16 miliar, itu ditangguhkan, mungkin sambil menunggu instruksi dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional),” jelasnya.
Hanung juga menegaskan bahwa efisiensi anggaran ini tidak berpengaruh pada upah pegawai yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Gaji tetap, cuma sektor peningkatan pembangunan yang belum dimulai itu ditangguhkan, kecuali pembangunan yang multiyears itu juga tetap dilaksanakan. kalau yang tidak multiyears ditangguhkan, bukan ditiadakan,” pungkasnya. (Lingkar Network | Syahril Muadz – Lingkarjateng.id)






























