PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – DPRD Kabupaten Pekalongan mendorong percepatan penanganan infrastruktur jalan setelah masyarakat lama menunggu realisasi perbaikan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza, mengatakan pihaknya menanyakan langsung progres perbaikan dan pemeliharaan jalan dalam rapat kerja bersama perangkat daerah.
“Selama ini memang belum ada pelaksanaan, padahal masyarakat sudah cukup lama menunggu. Tadi disampaikan oleh PU bahwa minggu depan sudah mulai aksi pemeliharaan jalan,” ujarnya usai rapat kerja, Senin, 15 Juni 2026.
Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan dipengaruhi faktor eksternal, termasuk belum stabilnya harga aspal akibat dinamika geopolitik. Meski demikian, proses pengadaan kini sudah mulai berjalan.
Ruben juga menekankan pentingnya data akurat terkait kondisi jalan sebagai dasar penyusunan prioritas pembangunan ke depan.
“Kami meminta data ruas jalan, termasuk yang rusak berat dan ringan. Untuk tahun 2027, kita ingin sudah jelas mana yang jadi prioritas, terutama jalan rusak berat agar tidak salah penanganan,” tegasnya.
Ia menyebut, pada 2026 terdapat sejumlah program infrastruktur jalan dan jembatan dengan nilai anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.
“Kalau ditotal sekitar 13 miliar, ditambah lagi kegiatan lain, totalnya lebih dari 20 miliar untuk beberapa paket pekerjaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Faruq, menjelaskan total anggaran penanganan jalan tahun ini mencapai sekitar Rp49 miliar, yang terdiri dari penetapan awal Rp28 miliar dan tambahan mendahului perubahan sekitar Rp21 miliar.
“Anggaran tersebut sudah mulai berjalan. Sejak awal Juni kita sudah proses pelelangan dan pengadaan, baik melalui e-katalog maupun penunjukan langsung,” katanya.
Ia mengakui pelaksanaan sempat terkendala akibat fluktuasi harga aspal dan kenaikan harga bahan bakar industri.
“Pengaruh geopolitik membuat harga aspal sempat berubah dua kali, sehingga kami harus menyesuaikan DED dan gambar. Ditambah lagi kenaikan solar industri dari sekitar Rp23 ribu menjadi Rp30 ribu per liter,” jelas Faruq.
Namun, dalam sepekan terakhir kondisi mulai membaik setelah harga aspal kembali ditetapkan.
“Alhamdulillah sekarang sudah kondusif, sehingga pekerjaan fisik mulai berjalan di bulan Juni ini,” tambahnya.
Faruq juga mengungkapkan terdapat sekitar 12 ruas jalan yang masuk dalam rencana perbaikan dari pengalihan anggaran, yang saat ini masih dalam tahap perencanaan.
Beberapa ruas tersebut antara lain Kedungwuni–Pakisputih, podo–BCA, serta wilayah kertoharjo-Karangdadap. Salah satu paket pekerjaan memiliki panjang sekitar 1.800 meter dengan nilai mencapai Rp5,8 miliar.
Di sisi lain, anggaran pemeliharaan jalan pada 2026 sekitar Rp5 miliar untuk menangani total panjang jalan sekitar 697 kilometer beserta infrastruktur pendukungnya.
“Anggaran ini masih terbatas. Idealnya untuk pemeliharaan jalan saja dibutuhkan sekitar Rp18 hingga Rp20 miliar,” ujarnya.
Untuk pemeliharaan jembatan yang berjumlah sekitar 447 unit, dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp2–3 miliar. Sementara penanganan kerusakan berat yang memerlukan pembongkaran total dapat mencapai sekitar Rp30 miliar.
Adapun ruas jalan di Pantianom, Kecamatan Bojong, direncanakan akan diperbaiki dengan konstruksi lebih kuat dengan nilai sekitar Rp2,8 hingga Rp3 miliar. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan sebelum masuk proses pengadaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar karena keterbatasan anggaran membuat penanganan belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu singkat,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar
































