PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman menerima sejumlah aspirasi saat menerima audiensi dari LSM Pejuang 24 di Ruang Rapat Bupati, Senin, 3 Agustus 2026.
Pertemuan yang dihadiri sekitar 45 peserta tersebut membahas dugaan peredaran narkotika jenis baru, pengawasan birokrasi, hingga sejumlah permasalahan pelayanan publik
Turut mendampingi, Sekretaris Daerah, Kepala Inspektorat, Kepala Dinas PMD, serta unsur TNI dan Polri. Plt Bupati Sukirman menyambut baik langkah yang dilakukan organisasi kemasyarakatan tersebut untuk menyampaikan pandangan secara langsung.
“Baru saja kami bertemu dengan LSM Pejuang 24. Mereka memiliki antusiasme dan perhatian terhadap Kabupaten Pekalongan, dan saya mengucapkan terima kasih,” ujarnya.
Salah satu poin yang paling disorot yakni dugaan beredarnya narkotika jenis baru di Kabupaten Pekalongan. Ia memastikan akan segera menangani masalah tersebut.
“Ada beberapa persoalan yang mereka angkat. Yang cukup menjadi perhatian, bahkan cukup mengejutkan, adalah informasi terkait dugaan peredaran narkotika jenis baru di Kabupaten Pekalongan. Ini akan segera kami koordinasikan dengan BNN dan kepolisian untuk melakukan upaya-upaya yang lebih intensif,” katanya.
Selain itu, Sukirman juga menerima sejumlah catatan terkait kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), penyelenggaraan pemerintahan desa, pelayanan puskesmas, hingga kasus praktik adopsi yang sempat viral. Ia menyatakan telah mencatat dan menyerahkan aspirasi ini kepada instansi berwenang.
“Kemudian tentu saja ada kasus-kasus yang melibatkan ASN. Ini juga akan menjadi perhatian kami. Sudah kami catat tadi dan Inspektorat akan segera bekerja. Misalnya yang berkaitan dengan desa, kemudian puskesmas, termasuk praktik adopsi yang kemarin sempat viral, dan seterusnya akan segera kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Sukirman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menyampaikan masukan secara terbuka dan disertai bukti yang kuat agar penanganannya menjadi lebih tepat sasaran.
“Ya, tentu saja saya kira penyampaian aspirasi seperti ini lebih efektif dan lebih efisien, karena kita bisa berdialog langsung. Apalagi kalau disertai data-data yang lebih konkret, itu akan sangat membantu kami untuk segera mengambil tindakan. Selain itu, kami juga akan lebih proaktif melakukan pengecekan ke lapangan sebelum persoalan-persoalan itu ditemukan masyarakat atau menjadi aduan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum LSM Pejuang 24 Teguh Hadi Santoso menilai pertemuan berjalan sangat kondusif. Tema yang diusung yakni “Suara Rakyat untuk Transparansi” disambut dengan sikap terbuka dari pimpinan daerah.
“Tentunya poin-poin yang kami sampaikan memang untuk mendorong perubahan di Kabupaten Pekalongan, terutama di bidang birokrasi. Agar pengawasannya lebih akurat, jangan sampai dinas terkait, OPD terkait, bahkan sampai eksekutif, abai dalam melakukan pengawasan di tingkat birokrasi sampai ke bawah,” ujarnya.
Ia menegaskan kehadiran pihaknya murni sebagai mitra konstruktif, bukan untuk saling menjatuhkan.
Teguh pun mengapresiasi komitmen yang disampaikan langsung oleh Plt Bupati untuk segera menindaklanjuti seluruh catatan yang telah disampaikan.
“Saya mengapresiasi sambutan yang luar biasa dari Bapak Plt Bupati, Bapak Sukirman. Tadi juga disampaikan bahwa aduan ataupun hasil audiensi yang sudah kami sampaikan akan segera ditindaklanjuti,” tutupnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar

































