KENDAL, Lingkarjateng.id – Suami Bupati Kendal sekaligus owner obyek wisata Greenland Nglimut, Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, H. Murdoko mengapresiasi catatan sejarah lahirnya Kabupaten Kendal yang disampaikan panitia dalam acara Tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-421 yang digelar Forum Kendal Bersatu, Senin, 3 Agustus 2026 sore.
Menurut Murdoko, paparan sejarah tersebut memberikan perspektif baru yang dapat melengkapi catatan sejarah Kabupaten Kendal yang selama ini telah dikenal masyarakat.
“Saya sangat tertarik sekali terhadap catatan sejarah yang dibacakan. Itu bisa melengkapi sejarah yang selama ini ada. InsyaAllah kita akan bertemu membahas untuk kita jadikan sebuah buku agar sejarah Kendal dan para pemimpinnya tidak pernah mati serta terus diingat oleh generasi yang akan datang,” ujarnya.
Ia menilai, pendokumentasian sejarah dalam bentuk buku merupakan langkah penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus menjadi referensi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami perjalanan panjang Kabupaten Kendal beserta para tokoh yang telah berkontribusi membangun daerah.
“Saya juga mengucapkan terima kasih sekali dengan diselenggarakannya tasyakuran di Greenland Nglimut. Ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenang para pendahulu yang telah berjasa untuk Kabupaten Kendal,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kendal, Wiwit Andariyono yang hadir mewakili Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, mengatakan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-421 bukan sekadar seremoni tahunan, tapi menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus merefleksikan perjalanan panjang pengabdian para pendahulu.
Menurutnya, sejarah Kendal tidak bisa dilepaskan dari keteladanan Ki Tumenggung Bahurekso sebagai bupati pertama yang mewariskan nilai keberanian, ketulusan, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga semangat itu terus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap amanah harus dijalankan dengan tulus dan selalu berpihak kepada masyarakat. Sesuai tema Hari Jadi Kendal ke-421 “Melangkah Cepat Menuju Kendal Berdikari”. Mari bergerak lebih cepat dan bekerja lebih cerdas demi mewujudkan Kendal Berdikari dan lebih sejahtera,” ajaknya.
Sementara itu, panitia penyelenggara, Rahmat Dakwah, menyampaikan bahwa sejarah mencatat Kabupaten Kendal lahir pada 28 Juli 1605 dengan diangkatnya Kanjeng Tumenggung Bahurekso sebagai bupati pertama atas perintah Sultan Mataram setelah berhasil menumpas pemberontakan di pesisir utara.
“Dari peristiwa tersebut lahirlah nilai-nilai dasar Kabupaten Kendal, yakni ketegasan, loyalitas, dan pengabdian kepada rakyat. Penetapan tanggal 28 Juli sebagai Hari Jadi Kabupaten Kendal sendiri telah diperkuat melalui Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 2 Tahun 2015,” paparnya.
Ia juga mengulas perjalanan Kendal pada masa perjuangan kemerdekaan, ketika banyak putra-putri daerah berperan sebagai pejuang, ulama, dan pendidik yang ikut mempertahankan bangsa. Memasuki era pembangunan, berbagai pemimpin daerah mulai meletakkan fondasi melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, pelayanan publik, serta pembenahan birokrasi.
Selain itu, ia juga memaparkan kepemimpinan almarhum Hendy Boedoro yang dinilainya membawa perubahan besar bagi Kabupaten Kendal. Menurutnya, berbagai pembangunan seperti jalan, jembatan, terminal, hingga Pelabuhan Kendal menjadi bagian dari warisan yang masih dirasakan manfaatnya hingga saat ini.
“Hari ini kita juga telah berziarah ke makam beliau di Cangkiran. Kami percaya, pemimpin yang baik tidak pernah mati. Namanya akan terus hidup melalui karya-karyanya,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, estafet pembangunan kini dilanjutkan oleh Bupati Dyah Kartika Permanasari yang membawa semangat baru melalui visi Kendal Lebih Maju, Makmur, dan Berkeadilan. Menurutnya, kepemimpinan saat ini mampu menjawab tantangan era digital, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan pembangunan yang semakin berpihak kepada masyarakat.
“Dari Bahurekso yang menegakkan hukum, dari Hendy Boedoro yang membangun fisik dan mental, hingga Dyah Kartika Permanasari yang merajut masa depan, benang merahnya tetap satu, yakni Kendal untuk rakyat. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan, menjaga, dan membanggakan Kabupaten Kendal,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar
































