KUDUS, Lingkarjateng.id – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyebut anggaran pemeliharaan jalan tahun 2026 di bawah kebutuhan ideal dari sekitar Rp15 miliar menjadi hanya Rp5 miliar.
Sam’ani mengatakan bahwa nilai anggaran pemeliharaan jalan tersebut imbas kebijakan efisiensi.
“Sebenarnya baiknya itu kurang lebih Rp15 miliar. Tetapi kita efektivisasi supaya jalan yang rusak segera kita perbaiki dan kondisi jalan tetap baik terus,” ujarnya baru-baru ini.
Meskipun terimbas efisiensi, Sam’ani memastikan pemeliharaan rutin tetap menjadi prioritas namun fokus pada ruas jalan dengan volume lalu lintas tinggi terutama di kawasan perkotaan serta jalur penghubung antarkecamatan dan antardesa yang menjadi kewenangan kabupaten.
“Skala prioritas biasanya koneksi-koneksi yang padat dengan LHR (lalu lintas harian rata-rata) tinggi, perkotaan, termasuk koneksi antara kecamatan dengan kecamatan, desa dengan desa yang masuk wilayah jalan kabupaten,” jelasnya.
Sedangkan untuk jalan provinsi dan nasional, kata dia, Pemkab Kudus akan membantu koordinasi dengan instansi terkait yang ada di wilayah Kudus.
Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, mengatakan bahwa realisasi pembangunan dan perbaikan jalan tahun 2026 mengalami penurunan ketimbang tahun lalu. Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi efisiensi serta harga aspal naik.
“Secara realisasi memang mengalami penurunan, terutama karena untuk aspal saat ini harganya naik luar biasa lebih dari 50 persen. Sehingga kita menghitung kembali dan terbukti kita kemarin menghitung HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sampai empat kali,” terangnya.
Meskipun realisasi berkurang, Harry menyebut pemeliharaan rutin tetap dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan masyarakat.
“Kita tetap upayakan sebisa mungkin dengan adanya pemeliharaan rutin bisa membantu mengurangi tingkat kecelakaan akibat kerusakan jalan di Kudus,” katanya.
Ia menyebut, Dinas PUPR juga memiliki sejumlah proyek perbaikan jalan dan jembatan. Contohnya proyek perbaikan jalan Kerawang-Dau, Jalan Kesambi-Jojo hingga proyek Jembatan Kesambi.
“Saat ini kami masih proses pengadaan untuk proyek Bina Marga. Kami utamakan pengerjaan jembatan terlebih dahulu, karena jembatan butuh waktu lebih lama untuk pengerjaannya,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus SyarifaE
Editor: Ulfa





























