Jepara (lingkarjateng.id) – Pemerintah pusat mulai memetakan kebutuhan penguatan infrastruktur dan konektivitas di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Hal itu mengemuka dalam kunjungan kerja Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Sesmenko Infra) Ayodhia G. L. Kalake ke Karimunjawa, pada Kamis (6/8/2026).
Kunjungan tersebut tidak hanya menyasar infrastruktur transportasi, tetapi juga membahas tata kelola kawasan serta kebutuhan peningkatan konektivitas antarpulau. Ayodhia meninjau langsung sejumlah fasilitas transportasi, mulai dari Bandara Dewadaru hingga Pelabuhan Karimunjawa dan Pelabuhan Legon Bajak.
Setibanya di Bandara Dewadaru, Ayodhia diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Ary Bachtiar yang mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit). Turut hadir Kepala UPBU Kelas III Dewadaru Karimunjawa Haribowo Lesmono, Kepala Dinas Perhubungan Jepara Deni Hendarko, serta perwakilan UPP Kelas III Karimunjawa, ASDP dan DAMRI.
Sekda Jepara Ary Bachtiar mengatakan bahwa, dukungan pemerintah pusat selama ini telah memberikan dampak terhadap peningkatan konektivitas di Karimunjawa. Salah satunya melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan nilai sekitar Rp55 miliar.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan pembangunan infrastruktur melalui IJD sebesar Rp55 miliar. Kami berharap program ini dapat terus dilanjutkan karena masih ada beberapa titik jalan di Karimunjawa yang membutuhkan penanganan,” kata Ary.
Menurutnya, kebutuhan konektivitas Karimunjawa tidak berhenti pada pembangunan jalan. Keberadaan transportasi perintis juga menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Ia menyampaikan bahwa, saat ini terdapat lima unit kendaraan transportasi darat perintis yang dioperasikan PT DAMRI. Armada tersebut menjadi penghubung antara Bandara Dewadaru dengan kawasan Pelabuhan Karimunjawa.
Namun, tantangan konektivitas juga dirasakan masyarakat di pulau-pulau berpenduduk lainnya, seperti Pulau Parang, Nyamuk, dan Genting. Mobilitas orang maupun distribusi kebutuhan pokok menuju wilayah tersebut masih sangat dipengaruhi kondisi cuaca, terutama ketika musim angin barat dan timur.
“Penguatan konektivitas ini tidak hanya untuk Pulau Karimunjawa, tetapi juga pulau-pulau berpenduduk seperti Parang, Nyamuk dan Genting. Kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam transportasi dan distribusi barang,” ujarnya.
Ary menyebutkan bahwa, peningkatan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir membuat kebutuhan terhadap infrastruktur transportasi semakin mendesak. Sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Karimunjawa dinilai membutuhkan dukungan fasilitas transportasi yang mampu mengikuti perkembangan aktivitas pariwisata.
Selain itu, kondisi Pelabuhan Karimunjawa juga belum memperoleh perawatan dan peningkatan secara optimal selama sekitar satu dekade. “Kawasan Karimunjawa memiliki keterkaitan dengan pengelolaan Balai Taman Nasional Karimunjawa sehingga pembangunan infrastruktur harus memperhatikan aspek konservasi,” tuturnya.
Selain Pelabuhan Karimunjawa, lanjut Ary, Pemkab Jepara juga mengusulkan pengaktifan kembali Pelabuhan Legon Bajak sebagai pelabuhan multipurpose. Pelabuhan tersebut dinilai memiliki potensi untuk melayani angkutan penumpang sekaligus bongkar muat barang.
“Kondisi Pelabuhan Legon Bajak memungkinkan untuk dikembangkan sebagai pelabuhan multipurpose, sehingga tidak hanya melayani penumpang tetapi juga dapat mendukung aktivitas logistik,” imbuhnya.
Sementara itu, Ayodhia G. L. Kalake menanggapi usulan tersebut menyatakan bahwa, pemerintah pusat akan menindaklanjuti kebutuhan yang disampaikan Pemkab Jepara melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Salah satu aspek yang akan dikaji adalah kesesuaian pengembangan infrastruktur dengan tata ruang yang berlaku di Karimunjawa.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk melihat bagaimana RTRW di Karimunjawa. Harapannya, peningkatan konektivitas dan perekonomian masyarakat berjalan bersama dengan kepentingan menjaga kelestarian kawasan,” ujar Ayodhia.
Usai pertemuan, Ayodhia bersama rombongan turun langsung melihat kondisi Pelabuhan Legon Bajak dan Pelabuhan Karimunjawa. Peninjauan dilakukan untuk mendapatkan gambaran faktual mengenai kondisi sarana transportasi sekaligus kebutuhan pengembangannya.
Ayodhia juga menjajal langsung layanan transportasi darat perintis DAMRI dari Bandara Dewadaru menuju kawasan pelabuhan. Hal tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap keterhubungan antara transportasi udara dan laut di Karimunjawa. ***
Jurnalis : Tomi Budianto
Editor : Redaksi
































