TEGAL, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen meningkatkan kualitas dan kemantapan jalan provinsi di wilayah Pantura Barat serta jalur selatan. Langkah tersebut dilakukan menyusul menurunnya kondisi sejumlah ruas jalan akibat curah hujan tinggi yang berlangsung pada awal tahun 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan hasil evaluasi menunjukkan tingkat kemantapan jalan di beberapa daerah mengalami penurunan sehingga diperlukan penanganan melalui program pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur.
“Oleh karena itu, untuk mendukung peningkatan kualitas infrastruktur jalan, kami mengalokasikan anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi di sejumlah wilayah pada 2026,” katanya memaparkan program pembangunan dalam Rembug Pembangunan, di Pendapa Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Senin, 22 Juni 2026.
Untuk Kabupaten Brebes, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 143 kilometer senilai Rp9,345 miliar. Selain itu, peningkatan ruas jalan Bumiayu-Salem dan Sirampog-Bumiayu dianggarkan sebesar Rp14,23 miliar, serta rehabilitasi ruas Kersana-Bandungsari, Bandungsari-Pananggapan, dan Bandungsari-Salem sebesar Rp9,39 miliar.
Sementara itu, Kabupaten Pemalang memperoleh alokasi anggaran pemeliharaan rutin sebesar Rp6,1 miliar. Kabupaten Pekalongan mendapat anggaran pemeliharaan rutin Rp5,67 miliar serta peningkatan ruas jalan Wiradesa-Kajen senilai Rp5,27 miliar.
“Adapun untuk Kabupaten Batang akan mendapatkan anggaran pemeliharaan sebesar Rp5,06 miliar untuk ruas jalan sepanjang 76,99 kilometer,” katanya.
Menurut Ahmad Luthfi, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. Infrastruktur yang memadai akan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa antarwilayah.
Selain itu, posisi Jawa Tengah sebagai jalur utama arus mudik nasional membuat kondisi jalan yang baik menjadi kebutuhan penting untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Oleh karena itu, pemerintah berupaya memastikan kondisi jalan tetap mantap guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menyatakan pihaknya siap menjalankan program pemeliharaan dan peningkatan jalan yang telah direncanakan oleh pemerintah provinsi.
“Secara keseluruhan untuk alokasi ruas jalan sudah kita plotting,” katanya.































