SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pedagang daging sapi di Pasar Raya I Salatiga yang mogok berjualan mulai dirasakan pada pelaku usaha kuliner.
Penjual bakso hingga pemilik rumah makan mengaku kesulitan mendapatkan pasokan daging sapi dan mendesak agar penjual daging segera kembali berjualan.
Keluhan tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar di Los Daging Pasar Raya I Salatiga, Rabu, 24 Juni 2026.
Pertemuan dihadiri pedagang los daging, paguyuban penjual bakso Kota Salatiga, serta Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Agung Pitoyo beserta jajaran.
Perwakilan paguyuban penjual bakso Kota Salatiga, Warno, mengatakan penghentian penjualan daging selama lima hari mulai mengganggu aktivitas usaha para pedagang bakso dan warung makan yang bergantung pada pasokan daging sapi setiap hari.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah agar pasokan kembali normal dan pedagang daging bisa berjualan lagi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Muji. Menurutnya, para pelaku usaha merasakan langsung sulitnya memperoleh bahan baku di tengah kelangkaan sapi siap potong saat ini.
“Kalau satu atau dua hari mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sampai lima hari, dampaknya sangat berat bagi kami yang setiap hari membutuhkan pasokan daging,” katanya.
Dampak serupa dirasakan Slamet, pemilik rumah makan Padang. Selama dua hari terakhir, ia mengaku kesulitan memperoleh daging sapi sehingga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Di sisi lain, pedagang daging sapi menyebut kelangkaan sapi siap potong tidak hanya terjadi di Salatiga, tetapi hampir di seluruh wilayah. Akibatnya, harga sapi dari pemasok dan blantik terus mengalami kenaikan sehingga kondisi tersebut turut menekan para pedagang.
Meski memahami keluhan pedagang bakso, mereka tetap melanjutkan aksi libur berjualan selama lima hari sesuai kesepakatan yang telah dibuat.
Mogok berjualan itu menjadi ekspresi sekaligus penyampaian aspirasi atas semakin sulitnya mendapatkan sapi siap potong.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Agung Pitoyo, mengatakan kelangkaan sapi siap potong juga terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Dinas Pangan dan Pertanian telah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna mencari solusi pasokan.
“Berdasarkan hasil inventarisasi, ketersediaan sapi siap potong di Kota Salatiga saat ini diperkirakan masih sekitar 150 hingga 170 ekor. Kami mengimbau pedagang tetap berjualan meski dengan volume lebih sedikit agar kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha tetap terpenuhi,” kata Agung.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa





























