REMBANG, Lingkarjateng.id – Puluhan karyawan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) Rembang keberatan apabila parkir berbayar di lingkungan perusahaan diterapkan.
Karyawan PWI yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Pekerja Nasioanal (SPN) dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) menyampaikan persoalan tersebut ke Bupati Rembang pada Rabu, 24 Juni 2026.
Ketua SPSI Kabupaten Rembang, Adimas Luthfi Nugraha, mengatakan persoalan utama yang dirasakan pekerja adalah keterbatasan lahan parkir yang hanya mampu menampung sekitar 6.000 kendaraan. Sedangkan, jumlah karyawan PT PWI Rembang telah mencapai sekitar 10.700 orang.
Menurutnya, perusahaan berencana membuka area parkir baru di sebelah timur gudang Laskar Buah sebagai akses keluar masuk karyawan. Namun, pekerja khawatir parkir di lokasi tersebut akan dikenakan biaya.
“Kami meminta agar tidak ada parkir berbayar. Kami juga menyampaikan keberatan atas persyaratan kendaraan yang masuk area parkir perusahaan harus memiliki pajak kendaraan aktif, STNK aktif, dan SIM. Banyak karyawan yang mengeluhkan syarat tersebut,” jelasnya.
Hingga kini, kata dia, belum ada kepastian mengenai besaran tarif parkir. Namun, para pekerja memperkirakan tarifnya bisa mengikuti tarif parkir umum di Kabupaten Rembang, yakni sekitar Rp2.000 per kendaraan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Rembang Harno menyatakan pemerintah memediasi persoalan karyawan dan manajemen PT PWI.
“Intinya, karyawan menghendaki biaya parkir ditanggung pihak manajemen. Mereka juga meminta agar aturan terkait STNK dan SIM menjadi bahan pertimbangan. Atas nama pemerintah, kami akan menjembatani keluhan ini dan menyampaikannya kepada pihak manajemen,” tuturnya.
Harno mengaku sudah komunikasi secara pribadi dengan PT PWI namun belum menemukan solusi. Oleh karena itu, Pemkab Rembang akan menggelar pertemuan lanjutan yang melibatkan manajemen perusahaan, perwakilan pekerja, termasuk SPSI dan SPN.
“Kalau tidak hari Senin, ya Selasa nanti akan kami pertemukan bersama-sama di sini agar ada solusi terbaik bagi semua pihak,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa





























