REMBANG, Lingkarjateng.id – Museum RA Kartini Rembang tengah menjalani proses fumigasi untuk menjaga koleksi dan bangunan dari serangan hama. Sehingga, masyarakat yang ingin berkunjung harus menunda kunjungan.
Sub Koordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang, Retna Dyah Radityawati mengatakan bahwa selama proses fumigasi berlangsung, masyarakat maupun petugas tidak diperbolehkan beraktivitas di dalam area museum demi alasan keselamatan.
“Ini merupakan perawatan rutin untuk pengelolaan koleksi maupun bangunan agar terhindar dari hama yang dapat mengakibatkan kerusakan pada koleksi museum,” ujarnya Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia menyebutkan fumigasi dilakukan melalui sejumlah tahapan. Petugas terlebih dahulu menangani bagian bangunan yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya hama. Kemudian penanganan dilanjutkan dengan pengeboran dan penyuntikan larutan anti rayap.
Setelah itu, seluruh akses seperti pintu dan jendela disegel untuk membuat ruangan dalam kondisi kedap udara.
“Setelah pengeboran, dilakukan penyuntikan larutan anti rayap. Selanjutnya tahap penyegelan, dengan menutup pintu, jendela dan bagian lainnya agar ruang menjadi kedap udara sebelum dilakukan fumigasi,” jelasnya.
Meski pintu museum ditutup sementara, masyarakat tidak sepenuhnya kehilangan kesempatan untuk mengenal sejarah dan koleksi Museum RA Kartini. Pengunjung masih dapat melakukan tur virtual melalui layanan 360 derajat di laman museumkartinirembang.id.
Layanan tersebut memungkinkan masyarakat melihat berbagai sudut museum sekaligus mendapatkan informasi mengenai koleksi yang tersedia. Tur virtual ini juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang penasaran dengan kondisi museum sebelum kembali dibuka.
“Kunjungan virtual 360 derajat itu lengkap dengan informasinya. Melalui layanan virtual ini, masyarakat tetap bisa mengenal museum sekaligus menumbuhkan rasa penasaran untuk berkunjung secara langsung,” imbuhnya.
Jika seluruh tahapan perawatan dan fumigasi berjalan sesuai rencana, Museum RA Kartini Rembang kembali menerima kunjungan langsung pada 18 Agustus 2026.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar































