DEMAK, Lingkarjateng.id – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak langsung pada penjualan barang elektronik di Kabupaten Demak. Kenaikan harga produk elektronik akibat tingginya kurs dolar membuat daya beli masyarakat menurun, sehingga omzet pedagang dilaporkan merosot hingga 30 persen.
Salah satu pedagang barang elektronik di kawasan perkotaan Demak, Sukono, mengatakan sebagian besar produk dan komponen elektronik masih bergantung pada impor. Kondisi tersebut membuat harga jual barang elektronik ikut terkerek ketika nilai tukar dolar menguat terhadap rupiah.
Menurutnya, kenaikan harga elektronik mulai terjadi secara bertahap sejak awal Juni 2026. Saat ini, rata-rata harga berbagai produk elektronik mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan sebelumnya.
Kenaikan harga tersebut membuat konsumen lebih berhati-hati dalam berbelanja. Akibatnya, jumlah transaksi penjualan mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Sangat berpengaruh dan berdampak. Karena banyak komponen elektronik yang masih didatangkan dari luar negeri, otomatis harga ikut terpengaruh kurs dolar. Dampaknya sangat terasa terhadap daya beli konsumen,” ujar Sukono, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia mengatakan penurunan daya beli itu berdampak langsung terhadap pendapatan usaha yang dikelolanya.
“Lumayan ini, sangat terasa. Omzet penjualan ya turun hampir 30 persen,” sambungnya.
Sukono berharap kondisi nilai tukar rupiah segera membaik agar harga barang elektronik kembali stabil.
“Harapan kami kurs dolar bisa kembali stabil. Selain itu, kalau lapangan kerja meningkat dan penghasilan masyarakat membaik, daya beli juga akan kembali naik,” tambahnya.
Meski demikian, ia menyebut kebutuhan terhadap sejumlah perangkat elektronik yang menunjang aktivitas usaha masih tetap tinggi.
Salah satunya Fauzan, warga Demak yang membeli blender untuk mendukung usaha minuman jus yang dijalankannya.
Ia mengaku kebutuhan peralatan usaha lebih diprioritaskan dibanding menunda pembelian.
“Blender ini untuk menambah peralatan usaha jualan jus. Sekarang cuaca panas, penjualan juga meningkat. Memang sedikit keberatan karena harganya naik, tetapi tetap saya beli karena alat ini sangat dibutuhkan untuk usaha,” katanya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid






























